SUKABUMIUPDATE.com - Nur Aeni, bayi perempuan yang lahir tanpa tempurung kepala asal Kampung Pajagan RT 06/03, Desa/Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, akhirnya meninggal dunia. Anak ketiga pasangan Herman (42) dan Yeni (24) tahun ini meninggal dunia, Rabu (29/3) siang, sekitar pukul 13.30 WIB, di ruang perawatan anak Ahmad Dahlan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi, Kecamatan Cibadak.
Selama dalam perawatan penanganan medis RSUD Sekarwangi, kondisi tubuh bayi malang ini tidak juga membaik. Nur Aeni lahir prematur dalam usia kandungan delapan bulan, lahir dengan proses normal dan berat badan 1,4 kilogram.
Duka menyelimuti keluarga besar Herman, saat jasad bayi malang ini dipindahtempatkan dari ruang perawatan anak ke kamar jenazah. Nenek bayi malang Aah Ahmi (63) bahkan tak berhenti menangisi kematian yang harus dialami cucunya.
BACA JUGA :
Lahir Tanpa Tempurung, Bayi Perempuan Warga Parakansalak Kabupaten Sukabumi
Kartu Sakti Jokowi Saja Tidak Cukup Bawa Warga Cimanggu Kabupaten Sukabumi ke Meja Operasi
Pemdes Cimanggu Kabupaten Sukabumi Harap Uluran Tangan untuk Dua Penderita Tumor
“Sedih melihat kondisi cucu saya, tidak memiliki tempurung kepala. Tadinya kami berharap Nur Aeni bisa sembuh dan normal,†tutur Aah Ahmi kepada sukabumiupdate.com.
Rencananya jenazah bayi malang ini akan dimakamkan di kampung halamannya, Kampung Pajagan RT 06/03, Desa/Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi. Rencana pemakaman ini sempat terkendala karena keluarga tidak memiliki uang untuk menyewa angkutan
“Saya mengucapkan banyak terima kasih sudah banyak yang membantu. Ada saja yang datang dan bantu, selama 19 hari di rumah sakit kadang untuk makan yang nungguin aja susah,†ungkap sang ibu Yenis kepada sukabumiupdate.com.
Rabu sore, jenazah kemudian dibawa pulang dengan mobil ambulans RSUD Sekarwangi ke rumah duka.
