Audensi Soal Proyek Gedung Dewan Kabupaten Sukabumi Batal, BASB Kecewa

[object Object]
Jumat 17 Mar 2017, 07:54 WIB
Audensi Soal Proyek Gedung Dewan Kabupaten Sukabumi Batal, BASB Kecewa

SUKABUMIUPDATE.com - Kujungan Barisan Aktivis Sukabumi Bersatu (BASB) ke Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi berujung kekecewaan. Agenda audensi bersama Sekretaris Dewan (Sekwan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Bupati tidak ditanggapi.

“Padahal kita sudah mengajukan surat permohonan audensi dari jauh-jauh hari, tapi sekarang tidak ada seorang pun yang menanggapi. Jadwal audensi hari ini ditentukan oleh pihak dewan," kesal Ketua BASB Kabupaten Sukabumi, Firman Hidayat kepada sukabumiupdate.com, Jumat (17/3).

Ditambah audensi tersebut atas masukan pihak DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi karena sebenarnya BASB merencanakan unjuk rasa damai. "Tadi sempat ada satu anggota dewan dari Partai Demokrat, namun pulang lagi karena Sekwan tidak ada dan tidak ada perwakilan dari Setda," beber Firman.

Dirinya menduga ketidakhadiran beberapa pihak dalam kegiatan audensi tersebut lantaran ketidak siapa menjawab. "Kita mempertanyakan bangunan gedung DPRD yang tidak kunjung selesai serta anggaran yang tidak sesuai," beber Firman.

BACA JUGA:

Sedih, Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi akan Begini Hingga 2017

Seluruh Fraksi DPRD Kota Sukabumi Diisukan Usulkan Pergantian Sekwan

DPRD Kota Sukabumi Setujui Lima Raperda

BASB mempertanyakan anggaran lelang pekerjaan rehab atas atap gedung DPRD  yang tertera di website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Sukabumi sebesar Rp2,87 miliar. Sedangkan di papan proyek pengerjaan yang ada di depan gedung DPRD tertera Rp 2,78 M.

“Ketidaksesuaian angka rehab tersebut apakah kesalahan tukang cetak atau memang tidak ada yang bisa menghitung ada selisih Rp100 juta, kita curiga ada yang main di sini," tegas Firman.

Sementara, ketika dihubungi melalui telepon seluler nya, Sekwan DPRD Kabupaten Sukabumi terus sibuk.

Berita Terkini