SUKABUMIUPDATE.com - Kabar wafatnya Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Sukabumi, dan Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Amin, Kecamatan Cicurug, KH. R. Abdul Basith, sangat mengejutkan keluarga dan kerabat dekat almarhum.
Sosok kharismatik yang akrab disapa Buya Basith atau Ajengan Basith dikenal humanis dan bersahaja, serta menjadi panutan bagi masyarakat dan dikalangan kerabat dekat. Di mata salah seorang terdekatnya, Ustad Endi Suhendi (45), sosok Buya Basith selain seorang guru besar, juga orang tua bagi masyarakat Cicurug dan Kabupaten Sukabumi.
“Sejak kecil saya selalu mengawal kegiatan beliau, apalagi dengan kegiatan program Zakat, Infaq, Shodaqoh (ZIS) dan Subuh Mengaji. Kebetulan saya jadi anggota Dewan Kemakmuran Masjid Al Amin,†ujar Endi kepada Sukabumiupdate.com di rumah duka, Kampung Karangsirna RT 01/01 Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kamis (16/3).
BACA JUGA:
Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi, Buya Basith Wafat Usai Ziarah ke Yordania
Innalillahi wa Inna Ilaihi Raajiuun, Buya Basith Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi Wafat
“Sebelum berangkat umrah Jumat (10/3), pesan terakhir beliau kepada saya untuk menjaga kesehatan dan lanjutkan program ZIS,†katanya.
Sebagai bagian dari keluarga besar Ponpes Al Amin, Endi menyampaikan rasa duka mendalam dan permintaan maaf kepada semua kalangan masyarakat Kabupaten Sukabumi serta semua yang mengakui almarhum sebagai guru.
“Saat ini keluarga sedang memproses kepulangan jenazah dari Dubai (Uni Emirat Arab-red), di perkirakan antara hari Sabtu atau Minggu sudah sampai di rumah duka,†tuturnya.
Pantauan sukabumiupdate.com di rumah duka, nampak ratusan santri Ponpes Al Amin tengah membaca Surah Yaasin dan melantunkan doa-doa untuk almarhum.
