SUKABUMIUPDATE.com - Dua bule warga negara asing (WNA) dari Spanyol dan Amerika, Minggu (29/1), mendatangi Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fath di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi. Dia adalah Jose Imedio, laki-laki 29 tahun berkebangsaan Spanyol dan Anya Callaghan, perempuan muda berusia (19) berkewarganegaraan Amerika.
Kedua bule ini ingin bertukar informasi berbagai pengalaman tentang pendidikan seni dan budaya Indonesia, khususnya Sunda dan Sukabumi. Kedatangan keduanya pun langsung disambut sejumlah atraksi seni Sunda dari santri Ponpes Al-Fath, salah satunya lisung ngamuk, dan bola leungeun seuneu.
“Saya sangat apresiasi dengan budaya yang ada di Indonesia dan Sukabumi apalagi tadi lihat penampilan lisung, boled, bola api serta penampilan seni pencak silat yang diperagakan oleh santri Al-Tath," tutur Jose Imedio (29) dalam Bahasa Inggris melalui penerjemah khusus dari pesantren kepada sukabumiupdate.com.
BACA JUGA:
Ketika Polwan Cantik di Kota Sukabumi Mengajar Ngaji
Polsek Cicurug Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW
Santri Kota Sukabumi Dapat Jatah 530 Ribu Kali Baca Shalawat Nariyah
Jose juga sangat senang di waktu yang singkat bisa mengetahui sedikit budaya Sunda serta benda sejarah yang berada di Museum Prabu Siliwangi Al-Fath. “Senang rasanya dan bangga bisa bertemu langsung dengan keturunan ke-17 Raja Padjajaran, sekaligus pimpinan Ponpes Al-Fath Kyai Haji Fajar Laksana serta museum dengan bebagai koleksi benda sejarah Sunda,†katanya.
Sementara Anya Callaghan (19), perempuan muda dari Amerika menjelaskan kedatanganya berasama Jose memang dalam rangka menggali budaya, seni dan pendidikan di Indonesia. “Senang bertemu dengan berinteraksi dengan orang Sukabumi Indonesia yang baik dan ramah. Saya senang bisa sedikit mengajari para santri berbahasa Inggris,†katanya.
Anya juga menyinggung tentang imej Indonesia yang sering kali dikaitkan dengan negatif, ternyata bohong. “Saya merasakan sendiri keberagaman dan penerimaan orang Indonesia kepada kami berdua sangat baik,†lanjutnya.
Kedua turis ini banyak mendokumentasikan pendidikan dan budaya Indonesia termasuk Sunda dan Sukabumi. “Tentu kami akan menceritakan dan mempromosikan bagaimana pengalaman kami saat berada di Sukabumi ini pada rekan-rekan di Spanyol dan Amerika,†pungkasnya.