Alasan Rangka eSAF tidak Diterapkan pada Motor PCX 160 dan ADV 160

Kamis 24 Agustus 2023, 22:00 WIB
Alasan Rangka eSAF tidak Diterapkan pada Motor PCX dan ADV 160 | Foto: Istimewa

Alasan Rangka eSAF tidak Diterapkan pada Motor PCX dan ADV 160 | Foto: Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Rangka eSAF yang menjadi teknologi baru Honda tengah diterpa isu yang tidak mengenakan. Rangka ini disebut mudah mengalami karat dan patah dan diketahui dipakai untuk beberapa model motor Honda khususnya matik seperti BeAT, Genio, Vario dan Scoopy.

Namun rangka yang diklaim punya banyak keunggulan ini malah tidak digunakan untuk motor matik besar seperti Honda PCX 160 dan ADV 160.

Melansir dari Tempo.co, menjawab hal tersebut, GM Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin memberikan alasan mengapa eSAF tidak gunakan pada model tersebut.

Baca Juga: Simak Ya! Cara Klaim Garansi Motor Honda yang Rangka eSAFnya Berkarat

"Memang setiap produk itu kita kembangkan dengan memperhatikan karakteristik dan kebutuhan konsumennya, pengembangan sebuah produk itu diawali riset sesuai dengan kebutuhan konsumen sehingga kita bedakan masing-masing motor sesuai dengan kebutuhan. Itulah alasan PCX dan ADV tidak memakai rangka eSAF," ucap dia saat ditemui di Cikarang, Rabu, 24 Agustus 2023.    

Sementara menanggapi masalah rangka eSAF patah yang ramai di media sosial, Muhib menyebut pihaknya masih melakukan pengecekan. "Kami sudah, dan sedang, dan akan melakukan itu. Kami berusaha pro aktif mendata, memverifikasi, mencari pemilik sepeda motor yang menyampaikan permasalahannya lewat medsos," lanjut dia.    

Muhib menambahkan jika konsumen yang mengalami kendala pada rangka eSAF, maka bisa langsung datang ke bengkel resmi Honda terdekat.

Baca Juga: Mengenal Rangka eSAF yang Viral Disebut Gampang Karat Dan Patah

"Jika ada keluhan terhadap motor, kami sarankan agar konsumen tidak segan-segan untuk hubungi bengkel Honda terdekat atau call center, kami akan lakukan pemeriksaan secara langsung pada setiap unit sepeda motor yang bermasalah," tegas Muhib.

Sumber: Tempo.co

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini
Food & Travel31 Mei 2024, 06:15 WIB

Berusia Ratusan Tahun, Pohon Loa Jadi Daya Tarik Pengunjung Curug Pareang Sukabumi

Pohon Loa menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung objek wisata Curug Pareang di Jampangtengah Sukabumi.
Pohon Loa di Curug Pareang Jampangtengah Sukabumi. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi31 Mei 2024, 06:02 WIB

Jelang PPDB, Sekolah Swasta di Kota Sukabumi Dibayangi Sepi Peminat Gegara Ini

Sekolah swasta di Kota Sukabumi tiap tahunnya dibayangi sepi peminat hingga terancam guling tikar akibat pelanggaran dalam proses PPDB.
Ilustrasi Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB. (Sumber : Istimewa)
Food & Travel31 Mei 2024, 06:00 WIB

Resep Tongkol Sarden Pedas, Menu Makan Pagi Sederhana Rumahan yang Lezat!

Dengan resep menu makan pagi sederhana ini, Anda bisa menikmati tongkol sarden yang lezat dan bergizi di rumah, tanpa harus membeli versi kalengan yang mungkin mengandung bahan pengawet.
Ilustrasi. Intip resep sederhana untuk membuat tongkol sarden yang lezat di rumah. (Sumber : Freepik/@jcomp)
Science31 Mei 2024, 05:00 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Barat 30 Mei 2024, Cek Dulu Yuk Langit di Akhir Bulan

Prakiraan cuaca hari ini wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi dan sekitarnya Jumat 31 Mei 2024.
Prakiraan cuaca hari ini wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi dan sekitarnya Jumat 31 Mei 2024. (Sumber : Freepik/@wirestock)
Sukabumi Memilih31 Mei 2024, 00:01 WIB

KPU Pastikan Gunakan Kembali Sirekap untuk Pilkada 2024

KPU sedang menyusun daftar perbaikan untuk fitur di Sirekap agar bisa digunakan kembali pada Pilkada 2024.
Aplikasi sirekap Pemilu dipakai kembali KPU di Pilkada 2024. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi30 Mei 2024, 23:25 WIB

3 Kampus di Sukabumi Raih Peringkat Perguruan Tinggi Terpopuler Versi UniRank

UniRank merilis sebanyak 596 Perguruan Tinggi yang memenuhi kriteria seleksi. Dari sejumlah tersebut, tiga diantaranya Perguruan Tinggi yang ada di Sukabumi.
Kampus Universitas Nusa Putra Sukabumi | Foto : Istimewa
Sukabumi30 Mei 2024, 23:20 WIB

Nabung Rp30 Ribu Selama 10 Tahun, Tukang Batu Asal Sukabumi Wujudkan Mimpi Naik Haji

Cerita Abad, tukang batu asal Surade Sukabumi sisihkan penghasilan selama 10 tahun agar bisa mewujudkan mimpinya naik haji.
Kisah tukang batu asal Surade Sukabumi bernama Abad (66 tahun). Menanti hingga 10 tahun untuk bisa mewujudkan mimpinya naik haji. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi30 Mei 2024, 22:46 WIB

Replika Gigi Megalodon Surade Sukabumi Hilang dan Patah

Replika ini dibuat sesuai dengan apa yang ditemukan oleh masyarakat Desa Gunung Sungging, bahkan giginya disesuaikan dengan jumlah yang ditemukan, yakni sebanyak 242 buah berjejer pada rahang atas dan bawah.
Replika fosil rahang Megalodon, giginya hilang dan patah | Foto : Ragil Gilang
Sukabumi30 Mei 2024, 22:30 WIB

Rawan Kecelakaan, PU Pasang Rambu Peringatan di Jalan Amblas Simpenan Sukabumi

Dinas PU Kabupaten Sukabumi melalui UPTD PU Wilayah IV Palabuhanratu memasang sejumlah rambu peringatan di jalan amblas yang berada di Simpenan Sukabumi.
Dinas PU Kabupaten Sukabumi pasang rambu peringatan di ruas jalan amblas di Simpenan. (Sumber : Istimewa)
Jawa Barat30 Mei 2024, 22:02 WIB

Kisah Adu Kesaktian Mbah Karang Bolong Melawan Jawara Jongos VOC di Pesisir Sukabumi

Pantai Karang Bolong yang berada diperbatasan Desa Cidahu Kecamatan Cibitung dan Desa Sukatani Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi menjadi saksi pertempuran sengit antara pasukan Belanda dengan keturunan kerajaan Cirebon.
Ilustrasi pertempuran antara Rd.Mas Martanagara alias Mbah Partadilaga atau Mbah Karang Bolong dengan Mbah Brojonoto terjadi dipesisir Pantai Karang Bolong | Foto : Dok Okezone dari Antara