Arti dan Makna Pepatah Karuhun Sunda “Mawa Saeutik Seubeuh, Mawa Loba Wareug”

Arti dan Makna Pepatah Karuhun Sunda “Mawa Saeutik Seubeuh, Mawa Loba Wareug”

Ilustrasi - Pepatah Karuhun Sunda Lengkap dengan Arti dan Maknanya, Jadilah Pribadi Bijak (Sumber : AI chatGPT)

SUKABUMIUPDATE.com - Banyak pepatah Sunda yang terasa sangat relevan dengan kondisi manusia sekarang, salah satunya pepatah karuhun Sunda yang berbunyi “Mawa Seutih Seubeuh, Mawa Loba Wareug”.

Mengutip dari Repesitore Institusi Kemendikdasmen, pepatah Sunda “Mawa Saeutik Seubeuh, Mawa Loba Wareug” mengandung pesan tentang kecukupan, rasa syukur, dan cara seseorang memandang rezeki atau hasil yang diperoleh.

Secara sederhana, ungkapan ini dapat dimaknai bahwa membawa sedikit sudah cukup mengenyangkan, sedangkan membawa banyak membuat kenyang.

Baca Juga: Diduga Korsleting, Mobil Gran Max Terbakar di Sukaraja Sukabumi

Kata mawa berarti membawa, saeutik berarti sedikit, seubeuh berarti kenyang, loba berarti banyak, dan wareug berarti kenyang atau merasa puas setelah makan.

Namun, makna kiasan pepatah ini perlu dipahami berdasarkan konteks penggunaannya. Pesan yang dapat ditarik ialah bahwa banyak atau sedikitnya sesuatu berkaitan dengan kebutuhan dan keadaan orang yang menerimanya.

Makna dan Nilai Kehidupan

Pepatah ini mengajarkan manusia untuk merasa cukup dengan apa yang dimiliki, bukan terus-menerus mengejar hawa nafsu atau keserakahan.

Baca Juga: Masuk Top 3 DPD RI Awards, DPMD Sukabumi Puji Inovasi Pangan Hanjeli Asep Hidayat

Selain itu pepatah ini juga sering dikaitkan dengan hubungan manusia dan alam. Jika manusia mengambil dari alam secukupnya dengan penuh rasa syukur, hidup akan selaras dan berkecukupan.

Sebaliknya, keserakahan dan eksploitasi berlebihan tidak akan pernah membuat manusia merasa puas.

Itulah arti dari pepatah karuhun Sunda Mawa Saeutik Seubeuh, Mawa Loba Wareug yang relevan dengan kehidupan sekarang.

Editor:Dede Imran
Berita Terkini