Seram! Inilah Tanda Kulit Wajah Rusak Akibat Kosmetik Berbahan Merkuri

Jumat 15 Juli 2022, 12:53 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Penggunaan produk kosmetik yang mengandung merkuri saat ini sudah dilarang oleh undang-undang. Hal tersebut dikarenakan bahan itu sangat membahayakan kesehatan dan dapet mengakibatkan kulit wajah rusak.

Sayangnya, masih banyak produsen nakal yang membuat serta mengedarkan kosmetik yang mengandung merkuri dengan iming-inging harga murah dan kulit glowing seketika.

photoIlustrasi Skincare Bermerkuri - (Shutterstock)</span

Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Listya Paramita, Sp.KK mengatakan jika menggunakan kosmetik bermerkuri, kerusakan kulit yang muncul bisa saja tersamarkan.

Baca Juga :

"Tanda-tanda yang muncul tidaklah spesifik namun terkadang tanda-tanda kerusakan itu kerap diabaikan dan dianggap sebagai ‘proses wajar’ atau proses yang perlu dilalui konsumen menuju perubahan ke kulit putih," ujar dokter lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM), dikutip oleh suara.com dari Antara.

Adapun reaksi yang mungkin muncul antara lain kulit kering, kasar, kelupas, kemerahan, rasa terbakar, kadang gatal, kadang panas, serta jauh lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.

“Mereka (konsumen) mengerti ada tanda-tanda yang tidak beres. Tapi ketika ditanyakan ke penjualnya, dijawab dengan, ‘Tidak apa-apa, proses untuk jadi putih harus melalui hal seperti itu dulu’,” kata Listya.

Listya menegaskan bahwa kandungan bahan merkuri pada kosmetik sudah dilarang keras oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Namun, ia mencatat bahwa produk-produk kosmetik ilegal masih beredar di pasaran, seperti melalui marketplace.

“Ketika seseorang menggunakan produk-produk ilegal dan tidak ada izin edar BPOM-nya, risikonya besar, terutama adalah kerusakan kulit di kemudian hari. Jadi memang efeknya jangka panjang,” ujarnya.

Listya menjelaskan bahwa merkuri memang dapat memberikan efek putih instan, namun perlu dicatat bahan tersebut menimbulkan kerusakan jangka panjang.

Efek putih instan itu terjadi karena adanya pengelupasan pada lapisan epidermis kulit yang disebabkan oleh senyawa merkuri klorida. 

photoIlustrasi Wajah Rusak Krena Kosmetik yang Mengandung Merkuti - (iStock)</span

Kemudian senyawa merkuri amino klorida juga akan inaktivasi enzim sulfhidril mercaptan di dalam kulit yang ikut menghambat enzim tirosinase dan berujung pada penghambatan pembentukan melanin.

Apabila penggunaan kosmetik bermerkuri tetap dilanjutkan, maka lama-kelamaan akan timbul kerusakan kulit seperti dermatitis, hipo/hiperpigmentasi, baboon syndrome, erythema persisten, hingga gangguan sistemik.

“Ketika digunakan jangka panjang, maka kerusakan atau gangguan itu tidak hanya (terjadi secara) lokal di kulit tetapi bisa sistemik, artinya terserap lebih dalam ke pembuluh darah, merusak organ-organ yang lain,” katanya.

Gangguan sistemik yang dapat muncul antara lain kerusakan ginjal, kerusakan saluran pencernaan, kerusakan bagian otak, hingga gangguan perkembangan janin apabila kosmetik bermerkuri digunakan pada ibu hamil.

Listya mengatakan keparahan dari efek samping merkuri memiliki tingkatan yang berbeda-beda, bergantung pada konsentrasi, durasi, serta frekuensi penggunaan merkuri pada kulit.

Proses penyembuhan dan pemulihan pasien bisa memakan waktu lama serta biaya yang tidak sedikit. 

Menurut Listya, pengobatan pada pasien bersifat individual atau ditangani secara kasus per kasus mengingat reaksi dan kondisi kerusakan dapat berbeda antara satu penderita dengan penderita lainnya.

“Kalau gangguannya terbatas pada kulit, biasanya akan ditangani oleh dokter spesialis kulit. Tapi kalau ada gangguan sistemik yang melibatkan organ-organ lain, biasanya akan dirawat bersama dokter spesialis yang lain,” katanya.

Walau pasien bisa mendapatkan perawatan, Listya mengatakan bahwa kerusakan kulit akibat merkuri tidak bisa pulih 100 persen atau sangat sulit untuk diatasi.

“Jadi lebih baik dicegah dan jangan gunakan krim-krim bermerkuri karena jelas sudah terbukti berbahaya,” katanya.

Baca Juga :

SOURCE: SUARA.COM

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkini
Sukabumi Memilih04 Maret 2024, 23:25 WIB

Protes Suara DPR RI PDIP Diduga Hilang, Pleno KPU Kabupaten Sukabumi Memanas

Hari keempat Rapat Pleno Rekapitulasi Pemilu 2024 tingkat kabupaten oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi, yang digelar di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palabuhanratu, sempat ricuh, Senin (4/2/2024).
Pleno Rekapitulasi Suara KPU tingkat kabupaten di Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi | Foto : Ilyas Supendi
Entertainment04 Maret 2024, 21:37 WIB

Lisa Blackpink Pamer Kedekatan dengan Taylor Swift di Singapura, Akrab Banget!

Lisa Blackpink menghebohkan penggemarnya sedang menonton konser Taylor Swift “The Eras Tour” di Singapura pada Minggu (3/3/2024).
Lisa Blackpink pamer foto bareng Taylor Swift usai konser “The Eras Tour” hari kedua di Singapura, Minggu (3/3/2024). (Sumber : Instagram/@lalalalisa_m)
Internasional04 Maret 2024, 21:29 WIB

Perkosa PRT Asal Indonesia, Eks Anggota Dewan Malaysia Dihukum 8 Tahun Penjara & 2 Cambukan

Mantan anggota dewan di Malayasia, Paul Yong Choo Kiong dinyatakan bersalah karena memperkosa pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia, kasus terjadi pada Juli 2019.
Ilustrasi seorang PRT asal Indonesia diperkosa eks anggota dewan di Malayasia | Foto Freepik/raybon)
Entertainment04 Maret 2024, 21:00 WIB

Rafathar Salting Wajahnya Sudah Tumbuh Jerawat, Mbak Lala: ‘Ciye Udah Gede’

Video TikTok menunjukkan bahwa wajah Rafathar, anak Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, terlihat memiliki jerawat di pipinya.
Video TikTok menunjukkan bahwa wajah Rafathar, anak Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, terlihat memiliki jerawat di pipinya. (Sumber : Tiktok @rayyanzacipung_acikule).
Nasional04 Maret 2024, 20:51 WIB

KPK Soroti Dugaan Suap Izin Tambang yang Seret Menteri Bahlil Lahadiala

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi pemberitaan soal Menteri Investasi Bahlil Lahadalia diduga menerima uang suap dari perizinan tambang. Ia menyebut tengah mempelajari laporan berita investigasi tersebut.
Menteri Investasi Bahlil Lahadiala sat berfoto dengan Paslo Prabowo-Gibran | Foto : Ist
Life04 Maret 2024, 20:32 WIB

4 Tips Mudah Atasi Kecemasan Pada Anak di Rumah, Yuk Terapkan Bunda

Kecemasan yang dirasakan anak-anak merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, apabila hal ini berlangsung lama maka orang tua perlu mencari cara mengatasinya.
Ilustrasi seorang Ibu membantu anaknya atasi kecemasan di rumah. (Sumber : Freepik)
Life04 Maret 2024, 20:30 WIB

10 Tips Menggunakan Media Sosial Agar Sehat Fisik dan Mental

Inilah tips menggunakan media sosial agar tetap sehat fisik dan mental serta terhindar dari dampak negatif lainnya
Ilustrasi - 10 Tips Menggunakan Media Sosial Agar Sehat Fisik dan Mental (Sumber : Freepik/freepik)
Food & Travel04 Maret 2024, 20:26 WIB

Menggrilla Sukabumi Tawarkan Sensasi Nge-Grill Nikmat Dengan Harga Terjangkau

Menggrilla Sukabumi menawarkan sensasi kenikmatan makan daging panggang atau grill yang lembut dan empuk dengan harga terjangkau.
Menu daging panggang di Menggrilla Sukabumi yang memanjakan lidah. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi04 Maret 2024, 20:17 WIB

Pasien DBD Di RSUD Jampang Kulon Sukabumi Alami Peningkatan Kasus

Seksi Pelayanan Medis RSUD Jampangkulon, dr. Lastri Asmuniati mengatakan dari data bulan Desember 2023 hingga bulan Februari 2024, kasus Dengue memang ada kenaikan.
Pasien DPD di RSUD Jampang Kulon alami peningkatan kasus | Foto : Ragil Gilang
Life04 Maret 2024, 20:00 WIB

Tes Kepribadian: Pilih Satu dari 4 Hewan Ini dan Akan Ungkap Siapa Anda Sebenarnya

Tes ini didasarkan pada gagasan bahwa hewan memiliki karakteristik yang dapat dikaitkan dengan kepribadian manusia.
Ilustrasi - Tes ini didasarkan pada gagasan bahwa hewan memiliki karakteristik yang dapat dikaitkan dengan kepribadian manusia. (Sumber : Jagran Josh).