PDIP Berharap, Pilkada Kota Sukabumi Tanpa Hoax dan Ujaran Kebencian

Jumat 27 Okt 2017, 07:19 WIB
PDIP Berharap, Pilkada Kota Sukabumi Tanpa Hoax dan Ujaran Kebencian

SUKABUMIUPDATE.com – Hoax atau berita bohong, fitnah, dan ujaran kebencian, tak bisa dipisahkan dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Perang opini di media sosial (Medsos) pun menjadi tren dan senjata utama bagi para pendukung kandidat atau pasangan calon.

“Kota Sukabumi harus menjadi contoh daerah lainnya, bisa menggelar Pilkada, Pileg, dan Pilpres, tanpa hoax dan ujaran kebencian,” tandas Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sukabumi, Tatan Kustandi kepada sukabumiupdate.com usai menerima kunjungan dari jajaran Polres Sukabumi Kota, Kamis (26/10/2017).

BACA JUGA: Koalisi PDIP dan PKB Bersatu di Pilkada Kota Sukabumi

Saat ini menurutnya, perhelatan politik lebih rawan konflik, akibat maraknya hoax dan ujaran kebencian.

“Ini harus disikapi. Jangan korbankan Kota Sukabumi, hanya demi kepentingan politik. Mari kita berkompetisi sehat dan cerdas dalam memilih pemimpin daerah selanjutnya,” tutur pria yang akrab disapa Bah Tatan ini.

Ia pun menambahkan, pertarungan tidak sehat di Medsos akan terbawa hingga lingkungan masyarakat, dan akhirnya memicu konflok sosial antar pendukung.

“Penegak hukum harus aktif memantau Medsos. Pelaku hoax dari kelompok manapun, harus ditindak,” tegasnya.

BACA JUGA: Manuver Politik PAC PDIP Jelang Pilkada Kota Sukabumi 2018

Bah Tatan mengaku, sudah mengintruksikan jajarannya untuk menghindari hoax dan ujaran kebencian dalam mensukseskan calon dari PDI Perjuangan, pada Pilkada Kota Sukabumi 2018.

“Kami memilih untuk mempromosikan figur yang kami usung secara sehat, kepada masyarakat. Tak perlu menyerang calon lain dengan hoax dan fitnah,” sampainya.

Informasi dihimpun PDI Perjuangan yang sudah mendeklarasikan koalisi dengan PKB, dalam Pilkada Kota Sukabumi, rencananya, awal pekan mendatang sudah bisa memastikan, siapa pasangan figur yang akan diusung.

BACA JUGA: Jelang Pilkada Kota Sukabumi Andri Hamami Nyebrang ke Demokrat, Benar atau Hoax?

Nama-nama kader PDI Perjuangan dan figur dari luar partai pun, seperti Hanafie Zein, masih jadi pertimbangan bagi partai berlambang Banteng ini untuk dipasangkan dengan figur lainnya.

“Komunikasi politik terus dilakukan untuk figur pasangannya nanti,” tutupnya.

Editor :
Berita Terkini