Gara-gara Macet, PO di Sukabumi Hidup Segan Mati Tak Mau

Senin 05 Des 2016, 22:48 WIB
Gara-gara Macet, PO di Sukabumi Hidup Segan Mati Tak Mau

SUKABUMIUPDATE.COM - Tingkat kemacetan yang semakin menjadi di wilayah Sukabumi mengakibatkan pelayanan transportasi angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) tak maksimal. Saat ini, armada bus AKAP hanya bisa melayani satu rit per hari. Padahal, beberapa tahun ke belakang, masih bisa dari sebelumnya satu hari bisa melayani dua hingga empat rit.

"Kita itu seperti hidup segan mati tak mau," tegas pemilik perusahaan otobus (PO) Lana Jaya Engkus Kuswandi, seusai menghadiri acara Pembahasan Pengelolaan dan Pengembangan Angkutan Umum yang digagas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, di salah satu hotel di Kota Sukabumi, Senin (5/12).

Kemacetan itu utamanya menuju jalur ke Jakarta. Pada spot-spot tertentu, terjadi kemacetan yang mengakibatkan durasi perjalanan makin panjang. "Jika tak ada penanganan, kami khawatir para penumpang bakal meninggalkan bus AKAP karena jenuh terjebak kemacetan," sebutnya.

Menurutnya, penanganan masalah kemacetan perlu dilakukan antarpemerintah daerah. Pasalnya, sejauh ini spot-spot kemacetan hampir semua berada di wilayah Kabupaten Sukabumi. Sedangkan keberadaaan Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi ada di wilayah Kota Sukabumi.

"Terminalnya berada di wilayah kota, tapi titik-titik kemacetan ada di kabupaten. Ini yang jadi permasalahan, terutama di titik-titik yang banyak terdapat industri," jelasnya.

Ditambahkannya kepada sukabumiupdate.com, bagi para pengusaha otobus, solusi mengatasi permasalahan kemacetan satu di antaranya Jalan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi). Hanya saja, Endang pesimis pembangunannya akan selesai dalam waktu dekat.

"Sudah sejak dulu, tapi belum jelas kapan akan selesai pembangunannya ke Sukabumi. Kuncinya sih segera benahi tata kelola, sarana, dan perizinan," ucapnya.

Editor :
Berita Terkini