SUKABUMIUPDATE.COM - Hingga siang ini, Selasa (15/11), bantuan bagi korban bencana alam banjir bandang di kawasan Pajampangan Kabupaten Sukabumi terus berdatangan, baik dari pemerintah, komunitas maupun perorangan.
Bantuan yang mengalir hingga saat ini lebih berupa pakaian, makanan instan, selimut, dan peralatan mandi, serta rumah tangga.
Bantuan dari pemerintah bahkan sudah disitribusikan sejak beberapa hari lalu melalui posko-posko logistik yang berada di Kecamatan Cidolog. Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono hari ini ikut mengecek ketersedian bantuan bagi korban bencana.
Selain yang disebutkan di atas, ternyata korban bencana terutama para anak membutuhkan peralatan sekolah, mulai dari baju celana seragam, hingga sepatu dan buku buku pelajaran. “Yang juga penting saat ini untuk sekolah anak anak. Kan nggak mungkin sekolah pakai kaos dan tidak bawa buku. Kami butuh peralatan sekolah juga,†ungkap warga Desa/Kecamatan Cidolog, Enin bin Epen (40) kepada sukabumiupdate.com.
Uang yang ada saat ini menurut Enin akan digunakan untuk memperbaiki rumah dan peralatan rumah tangga yang hancur diterjang banjir bandang pada Rabu pekan lalu (9/11). Enin berharap peralatan sekolah anak anaknya bisa ditanggung oleh pemerintah.
Hal ini diamini oleh ibu rumah tangga lainnya yang menjadi korban bencana. Yeni (38) berharap pihak sekolah atau dinas pendidikan bisa mendata berapa anak di Desa Cidolog yang membutuhkan seragam dan peralatan sekolah baru.
“Anak anak sudah pengen sekolah, memang sementara boleh tidak pakai seragam, tapi kalau seterusnya anaknya yang malu. Tolonglah kami,†pungkas Yeni.
Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten (BPBD) Sukabumi menyebutkan, sedikitnya ada 330 anak saat ini membutuhkan bantuan seragam dan peralatan sekolah.
“Ini masih data sementara belum disisir lagi. Yang jelas mereka bilang butuh seragam dan peralatan sekolah, akan kita usahakan dengan dinas terkait,†ungkap Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Usman Susilo.Â
