Jika Orang Cibadak Bilang: Squt, Ente Ulah Kilim, Maka Diamlah

Kamis 03 Nov 2016, 07:43 WIB
Jika Orang Cibadak Bilang: Squt, Ente Ulah Kilim, Maka Diamlah

SUKABUMIUPDATE.COM - Manusia dikaruniai kemampuan berbahasa, sebuah nikmat Illahi yang tiada terkira. Berbicara soal bahasa ada banyak versi. Salah satunya Josep, A.Agiel dalam bukunya Rahasia Di Balik Kata-Kata menulis, Tuhan berdialog dengan Nabi Adam dalam bahasa Yahudi di SorgaNya. Sebelum abad ke-18 M (masehi) teori asal bahasa semacam ini, disebut sebagai divine origin atau berdasarkan kepercayaan.

Atau versi lucu karya Filologi asal Swedia abad ke-17 M Andeas Kemke menyatakan, di Sorga, Tuhan berbicara bahasa Swedia, Nabi Adam berbahasa Denmark, sedangkan naga berbicara dengan bahasa Perancis. Anda percaya?

Selain berbagai versi yang berkembang di Barat, di Timur pun, hal semacam itu bermunculan. Mesir punya legenda berkenaan dengan asal-usul bahasa. Konon, pada abad ke-17 SM (sebelum masehi), Raja Mesir Psammetichus, mengadakan penyelidikan mengenai bahasa pertama. Menurutnya, kalau seorang bayi sejak lahir tidak diperkenalkan terhadap bahasa apa pun, maka ia akan berbicara menggunakan “bahasa asal”. Bagaimana bahasa asal itu? Wallohu alam bishowab.

Di Kabupaten Sukabumi, tepatnya Kota Cibadak, ada bahasa komunal yang sepertinya disepakati sebagai identitas warga, ihwal penambahan vokal dan konsonan yang disisipkan dalam kosa kata sehari-hari ini. Dan faktanya,  tidak saja orang tua, bahkan kalangan muda pun pengguna aktif bahasa ini.

Rumusnya sederhana, contoh kata "Kuda" berubah menjadi udakunang, terkadang ditambahkan pa di awal kata, menjadi paudakunang. Lagi, kata Cibadak berubah jadi Udakcibanang atau Paudakcibanang.

Sekarang mari kita artikan kalimat ini, ukaketinang paukangtunang usabanong pauwatlenang ubatinang ubatinang pauratpenung udajaning uparlanang. Jika Anda berhasil mengartikan kalimat ini, maka selanjutnya Anda akan mengerti dan mampu mengatakan hal serupa dalam kalimat lainnya.

Dalam "10 Fakta Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi" (sukabumiupdate.com, Rabu, 2/10) dijelaskan, orang Cibadak memiliki bahasa gaul tersendiri, kata “garpu” berubah jadi urpaganung, dan “Selamet” berubah jadi umatselaneng, dan lain-lain.

Uniknya, bahasa gaul Cibadak juga dipengaruhi bahasa Timur Tengah. Misal, ketika Anda ditawari secangkir kopi, mereka akan mengatakan: “Gahwa?” Jika ditelusuri, gahwa berarti kahve dalam dialek Turki. Namun, saat menggunakan dialek Italia dibaca menjadi caffe, dan menjadi coffee dalam kosa kata bahasa Inggris.

Alhasil, Anda akan kebingungan jika kata-kata tersebut digabung dengan rumus bahasa gaul di atas tadi, misalnya paubaljinang berarti “gunung“, uramhaning artinya “perempuan”, dan “nggak asyik” dengan pauradbaning.

Tak diketahui sejak kapan rumus bahasa gaul tersebut ditularkan dan sejak kapan dipergunakan. Apakah Anda setuju jika awalnya bahasa gaul tersebut merupakan bahasa rahasia segelintir orang untuk menyembunyikan percakapan yang sifatnya rahasia.

Jika Anda berkunjung ke kota Cibadak, makin banyak kosa kata asing di telinga yang diserap dari bahasa Timur Tengah, misalnya, Squt, ente ulah kilim! Yang berarti "diamlah kamu jangan bicara!" Squt diserap dari fiil amar atau kata perintah, lengkapnya usqut, ente berasal dari anta (subjek singular) berarti "kamu", ulah (Sunda) berarti "jangan" dan kilim dari kalam artinya "berbicara". 

Bahasa gaul gado-gado serapan dari pengaruh Timur Tengah lainnya yang bisa Anda dengar dan identifikasi antara lain, Ajus atau Jaus bermakna "ibu", Sebeh untuk "bapak", Jibal untuk "Kampungan", Walad untuk "anak-anak", Barid untuk mengungkap "sikap seseorang yang kurang atau tidak mengenakan", Hada untuk kata ganti orang ketiga, Harim berarti perempuan, Rejal untuk "laki-laki", Gintur untuk "tidur", Gihib artinya "wanita nakal", Srob bermakna "minum", kul berarti makan, dan sohib berarti sahabat.

Jika kita telisik lebih Jauh beberapa di antaranya adalah Bahasa Arab yang bisa dikenali kata dasarnya, seperti waladun (anak-anak), jibalun (Gunung), asrobu (Saya minum), muhrim menjadi harim dan rizalun (laki-laki).

Anda mau iseng-iseng? Boleh coba rumus di atas.

Oiya, arti kata: "ukaketinang paukangtunang usabanong pauwatlenang ubatinang ubatinang pauratpenung udajaning uparlanang," adalah "Ketika tukang bakso lewat, tiba-tiba perut saya lapar."

Editor :
Berita Terkini