SUKABUMIUPDATE.COM - Salah satu, hasil otopsi yang dilakukan tim dokter gabungan Universitas Jenderal Ahmad Yani dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) R Syamsudin, SH. menyatakan, jika YI, pelajar yang dibunuh secara sadis oleh pacarnya sendiri ternyata tidak hamil.
“Dari hasil medis, saat korban di tes kehamilan hasilnya negatif, dan ketika rahim diangkatpun kosong,†ungkap dokter forensik Nurul Aida Fathia usai melakukan otopsi, Sabtu (29/10).
Hasil ini cukup mengejutkan kalangan jurnalis yang menunggu proses otopsi ini sejak pukul 07.00 WIB dan baru berakhir pukul 13.00 WIB di ruang otopsi BLUD R Syamsudin, SH, Kota Sukabumi. Pasalnya, Tantan Supriatna pelaku pembunuhan yang saat ini sudah meringkuk di sel tahanan Markas Komando Kepolisian Resor (Mapolresta) Sukabumi Kota mengakui jika motif tindakan sadisnya tersebut, karena korban hamil dan minta pertanggungjawaban.
Tim dokter yang melakukan otopsi menegaskan ada kekerasan tajam di bagian leher korban sepanjang 12 centimeter, dan juga tangan. Pelaku memang mengakui jika ia menggorok leher korban dengan pisau cutter yang baru dibeli, dan juga sempat melukai tangan korban karena ada perlawanan.
Korban sempat mendapatkan perawatan selama 15 jam di BLUD, sebelum akhirnya meninggal dunia. “Penyebab kematiannya harus menunggu jaringan tes laboratorium,†lanjut Nurul.
Usai diotopsi, jenazah korban langsung dipakaikan kain kafan. Keluarga rencananya akan langsung membawa jenazah YI ke rumah duka di Kampung Cikadu, Desa Sindanghayu, Kecamatan Takokak, Kabupatan Cianjur.
“Kami bawa ke rumah dulu, rencananya akan langsung dimakamkan di Cikadu,†ungkap Ayah korban, Jaji (55).
