Berikut Tiga Alasan Digelarnya Hari Santri Nasional

Jumat 21 Okt 2016, 06:21 WIB
Berikut Tiga Alasan Digelarnya Hari Santri Nasional

SUKABUMIUPDATE.COM - Enam ribu santri dari sejumlah pesantren di Kabupaten Sukabumi akan menghadiri peringatan Hari Santri Nasional di Lapang Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (22/10).

Rangkaian acara sudah dimulai sejak hari ini, Jumat (21/10), dengan menggelar Sholawat Nariyah dan Solat Magrib berjamaah di Masjid Raudhatul Irfan, Jalur Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat.

Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi H. D. Shiddieq mengatakan, ada tiga alasan mengapa Hari Santri diperingati, yakni:

Pertama, Hari Santri Nasional pada 22 Oktober, menjadi ingatan sejarah tentang Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari. Ini peristiwa penting yang menggerakkan santri, pemuda dan masyarakat untuk bergerak bersama, berjuang melawan pasukan kolonial, yang puncaknya pada 10 Nopember 1945.

Kedua, jaringan santri telah terbukti konsisten menjaga perdamaian dan keseimbangan. Perjuangan para kiai jelas menjadi catatan sejarah yang strategis, bahkan sejak kesepakatan tentang Darul Islam (wilayah Islam) pada pertemun para kiai di Banjarmasin, 1936. Sepuluh tahun berdirinya NU dan sembilan tahun sebelum kemerdekaan, kiai-santri sudah sadar pentingnya konsep negara yang memberi ruang bagi berbagai macam kelompok agar dapat hidup bersama. Ini konsep yang luar biasa.

Dan ketiga, kelompok santri dan kiai-kiai terbukti mengawal kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Para kiai dan santri selalu berada di garda depan untuk mengawal NKRI, memperjuangan Pancasila. Pada Muktamar NU di Situbondo, 1984, jelas sekali tentang rumusan Pancasila sebagai dasar negara. Bahwa NKRI sebagai bentuk final, harga mati yang tidak bisa dikompromikan.

Editor :
Berita Terkini