SUKABUMIUPDATE.COM - Lebih dari 22.000 perusahaan di seluruh dunia ditengarai telah menjadi korban penipuan Business Email Compromise (BEC) selama semester pertama 2016. Hasilnya, sekitar 3 miliar dolar AS raib, menurut laporan FBI.Â
Penipuan umumnya menggunakan teknik social engineering untuk memancing korban, tak lagi menggunakan cara-cara intersepsi transaksi uang.
Berdasarkan data Trend Micro, seperti yang tertulis dalam siaran persnya, 5 negara paling parah menjadi korban penipuan BEC adalah Amerika Serikat (2.496), Inggris (595), Hong Kong (226), Jepang (218), dan Brasil (186).
CFO perusahaan menjadi pihak yang paling dibidik oleh model penipuan BEC.
Sementara itu, Angler exploit kit yang pernah tenar kini mulai jarang ditemukan setelah berhasil dibekuknya 50 otak penjahat dibaliknya atas dakwaan merampas sekitar 25 juta dolar AS.
Hal ini membuat jera penjahat siber dan penyerang maya untuk memanfaatkan jenis exploit kit ini dalam modus operandi mereka. Di sisi lain, penggunaan exploit kits lain seperti Neutrino malah meningkat pesat.
Komponen-komponen baru telah ditambahkan di exploit kit baru, sehingga ancaman yang ditimbulkannya juga makin berbahaya.Â
Komponen itu meliputi vulnerabilities baru seperti pada Adobe Flash Player, Microsoft Internet Explorer, dan Microsoft Silverlight maupun versi-versi ransomware terkini.
Guna menghindari risiko exploit kits, idealnya, sebuah sistem IT hendaknya sudah diperbarui dengan software patch yang telah disediakan.Â
Namun masalah muncul ketika perusahaan masih menggunakan sistem warisan atau legacy system yang telah usang atau tambalan celah dari vendor lama tersedianya.Â
Solusinya, perusahaan harus melakukan virtual patching sebagai solusi antara hingga tambalan oleh vendor telah tersedia.
Editor :
Tags :
Reels & Shorts
Berita Terkini
Kobong Ponpes di Surade Sukabumi Kebakaran Diduga Akibat Korsleting Charger HP
Sukabumi 29 Sep 2026, 22:46 WIB
Ketua RT di Jampangkulon Sukabumi Meninggal Tersengat Listrik Saat Perbaiki Mesin Air
Sukabumi 29 Sep 2026, 22:21 WIB
Hilang 2 Hari, Warga Gunungpuyuh Sukabumi Ditemukan Meninggal di Kebun Buncis Cisaat
Sukabumi 29 Sep 2026, 21:47 WIB
Kebun Jati di Simpenan Sukabumi Terbakar, Api Sempat Mendekati Permukiman
Sukabumi 29 Sep 2026, 21:36 WIB
Menata Ulang Demokrasi Lokal Sukabumi Pascaputusan MK
Opini 29 Sep 2026, 21:25 WIB
Buntut Aduan Asap, Legalitas Pembakaran Batu Kapur di Jampangtengah Sukabumi Bakal Diverifikasi
Sukabumi 29 Sep 2026, 20:54 WIB
Kondisi Mbappe, Konate dan Valverde Jelang El Clasico Real Madrid vs Barcelona
Olahraga 29 Sep 2026, 20:26 WIB
Indra Sjafri Puji Mentalitas Timnas Indonesia, Namun Soroti Strategi John Herdman
Olahraga 29 Sep 2026, 20:09 WIB
Harga Tiket Fancon X: In To You XODIAC di Jakarta, Siap Menyapa Penggemar
Musik 29 Sep 2026, 20:00 WIB
Kolonel Budi Utomo Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG, Terlibat Proyek Motor Listrik BGN
Nasional 29 Sep 2026, 19:49 WIB
Brasil Kalahkan Australia 4-2 di Laga Persahabatan, Vinicius Junior dan Raphinha Cetak Gol
Olahraga 29 Sep 2026, 19:40 WIB
Syarat Timnas Indonesia Lolos Final FIFA ASEAN Cup 2026, Wajib Kalahkan Bangladesh
Olahraga 29 Sep 2026, 19:20 WIB
Saksi Ungkap Fakta Sadis, Mayat Terbungkus Plastik di Bawah Tol Bocimi KM 69 Ciambar Sukabumi
Sukabumi 29 Sep 2026, 19:08 WIB
Motor Pembawa Jeriken Terbakar di SPBU Ciparay Jampangkulon Sukabumi
Sukabumi 29 Sep 2026, 19:07 WIB
Jelang Hadapi Bangladesh, John Herdman Minta Suporter Terus Dukung Timnas Indonesia
Olahraga 29 Sep 2026, 19:04 WIB
Yein Lovelyz Resmi Gantikan Ha Young di The Trauma Call: Heroes on Call 2 dan 3
Seleb 29 Sep 2026, 19:00 WIB
Mayat Terbungkus Plastik Dibuang dari Tol Bocimi KM 69? Jembatan Ciambar Sukabumi Arah Bogor
Sukabumi 29 Sep 2026, 18:36 WIB
Hector Souto Panggil 20 Pemain Timnas Futsal Indonesia untuk Copa das Nacoes 2026
Olahraga 29 Sep 2026, 18:35 WIB
Kumpulan Doa Iftitah dalam Sholat Lengkap dengan Bacaan Latin dan Aryinya
Life 29 Sep 2026, 18:15 WIB










