6 Pelajar SMP Hendak Tawuran di Kota Sukabumi Diciduk Polisi, Satu Celurit Diamankan
Diduga Hendak Tawuran, 6 Pelajar SMP di Kota Sukabumi Diciduk Polisi-1 Celurit Ikut Diamankan
Diduga Hendak Tawuran, 6 Pelajar SMP di Kota Sukabumi Diciduk Polisi-1 Celurit Ikut Diamankan
Aksi tawuran pelajar berhasil digagalkan petugas bersama warga di kawasan Taman Bunga atau Taman Kota Tenjoresmi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/7/2026) malam
Polisi memastikan situasi di Jembatan Pamuruyan, Cibadak, Sukabumi, aman setelah adanya informasi dugaan tawuran pelajar. Meski tidak ditemukan kejadian, masyarakat diimbau tetap waspada dan aktif mencegah kenakalan remaja.
Kapolres Sukabumi menegaskan tidak akan mentolerir aksi kekerasan yang melibatkan pelajar, terutama yang menggunakan senjata tajam, para pelaku dijerat pasal berlapis.
Sejumlah unsur Muspida menyepakti penanganan aksi geng motor dan tawuran antar pelajar sekolah di wilayah hukum Polres Sukabumi kota
Dari Provokasi Digital ke Kekerasan Fisik, Mengungkap Fenomena Tawuran Pelajar di Sukabumi yang Berhubungan dengan Peran Media Sosial.
Viral di media sosial video yang memperlihatkan sebuah keributan terjadi tepat di gerbang masuk salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Sukabumi.
Tawuran adalah cara mempertahankan marwah dan harga diri sekolah.
Tawuran antarpelajar di Lapang Merdeka Kota Sukabumi ini menurut kesaksian warga melibatkan dua pelajar sekolah SMK.
Di tahun 2024 ini ada beberapa aksi tawuran pelajar yang terjadi di Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Aksi tawuran antarpelajar yang marak terjadi di Kabupaten Sukabumi mendapat perhatian serius dari Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi.
Tawuran pelajar ini berhasil dibubarkan oleh warga setempat.
Ada yang bawa celurit, sabuk gir, besi panjang mirip samurai dan lainnya.
Berikut kesaksian warga terkait aksi tawuran gagal di Lapang Merdeka Sukabumi. Tujuh pelajar diamankan polisi.
Polisi ungkap kronologi aksi tawuran yang viral di media sosial antara dua kelompok pelajar sekolah menengah atas (SMA) di Jalan Patuguran, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi yang menelan korban luka parah.