Dipicu Sesar Aktif, Gempa Dangkal M3,5 dan M4,1 Goyang Sukabumi dan Bogor
GEMPABUMI TEKTONIK M3,5 dan M4,1 DIRASAKAN DI SUKABUMI DAN BOGOR, JAWA BARAT.
GEMPABUMI TEKTONIK M3,5 dan M4,1 DIRASAKAN DI SUKABUMI DAN BOGOR, JAWA BARAT.
Gempabumi Tektonik M2,1 Dirasakan Di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.
GEMPABUMI TEKTONIK M2,2 DIRASAKAN DI CIANJUR, JAWA BARAT.
Gempa bumi dengan magnitudo 3,2 mengguncang wilayah tenggara Kota Sukabumi pada Minggu (11/5/2025) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Pusat gempa berada di darat, sekitar 11 kilometer dari Kota Sukabumi dengan kedalaman 13 kilometer.
ESDM: Gempa bumi biasanya terjadi di jalur sesar atau patahan, seperti Gempa M4,8 Sukabumi Jawa Barat Sabtu (7/9/2024) dini hari, yang merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif dasar laut.
BMKG melaporkan gempa dangkal mengguncang wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat dan sekitarnya pada Kamis (5/9/2024) pukul 14:20:18 WIB.
PVMBG menyampaikan analisa terkait gempa darat berulang di Bogor Sukabumi atau gempa gunung salak.
Gempa darat berkekuatan M4,1 di Kuningan ini menurut hasil analisa BMKG akibat aktivitas sesar Ciremai.
Akibat Sesar Aktif, Kabupaten Sumedang Jawa Barat dan sekitarnya diguncang gempa darat susulan berkekuatan M3,4 Minggu (31/12/2023) pukul 15:38:10 WIB.
BMKG mengindentifikasi adanya 7 sesar aktif yang mengelilingi Kabupaten Cianjur. Selain itu masih ada dugaan adanya sesar lain yang belum teridentifikasi.
Gempa Kuningan merupakan jenis gempa kerak dangkal yang diakibatkan oleh sesar aktif dan diduga kuat merupakan sesar aktif Baribis.
BMKG menyatakan patahan atau sesar Cugenang yang menjadi pemicu gempa Cianjur merupakan sesar aktif.
Penyebab Gempa Cianjur yang sebelumnya disebut dari aktivitas Sesar Cimandiri ternyata sebanrnya berasal dari Sesar Cugenag.
Gempa memtikan akibat sesar aktif tersebut sebagian besar terjadi di daratan dekat pemukiman warga.