Kemarau Tersendat, Hujan Masih Deras: BMKG dan BRIN Ungkap Fenomena Cuaca Aneh 2025
Lemahnya intensitas angin monsun Australia menjadi faktor dominan yang menyebabkan keterlambatan musim kemarau.
Lemahnya intensitas angin monsun Australia menjadi faktor dominan yang menyebabkan keterlambatan musim kemarau.
isiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m)
Kepala Stasiun Geofisika Kelas III BMKG Sukabumi, Agung Sabtaji, menjelaskan bahwa hingga saat ini, sesar yang menjadi penyebab gempabumi di Sukabumi belum teridentifikasi dan terpetakan dengan baik
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan prediksi musim kemarau akan berakhir di sebagian besar wilayah Indonesia mulai akhir Oktober dan awal musim hujan secara bertahap dimulai awal November 2023.
Kondisi fenomena suhu panas terik di Indonesia, BMKG memprediksikan masih akan berlangsung dalam periode oktober. Mengingat kondisi cuaca cerah masih cukup mendominasi pada siang hari.
Potensi hujan dengan intensitas sedang terjadi pada 25 September 2023.
Awal Musim Hujan di Indonesia tidak terjadi bersamaan, menurut BMKG, Awal Musim Hujan Jawa Barat Diprediksi bakal terjadi pada November 2023 mendatang.
Berdasarkan prediksi BMKG, daerah Sukabumi berpotensi hujan sedang hingga lebat pada Rabu hingga Jumat, 6-8 September 2023.