BMKG Catat Aktivitas Sesar Lembang Meningkat, Warga Diminta Waspada
BMKG mencatat peningkatan aktivitas Sesar Lembang di Jawa Barat sejak Juli 2025. Warga diminta waspada dengan memastikan bangunan tahan gempa dan siap siaga bencana.
BMKG mencatat peningkatan aktivitas Sesar Lembang di Jawa Barat sejak Juli 2025. Warga diminta waspada dengan memastikan bangunan tahan gempa dan siap siaga bencana.
Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan.
BMKG telah memasang 33 alat pemantau gempa di wilayah Jawa Barat.
Guncangan dirasakan di beberapa wilayah.
Mayoritas daerah atau 70 persen wilayah Jawa Barat di atas normal.
Dampak yang ditimbulkan dari cuaca ekstrem ini mengakibatkan banjir 721 kali.
Beberapa wilayah ini yaitu Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Kaharuddin Nusa Tenggara Barat.
BMKG sudah mencatat sebanyak 134 gempa bumi yang terjadi di Jawa Barat.
Belum ada informasi mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak guncangan.
Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa bumi susulan.
Gempa terkuat di Jawa Barat pada Agustus lalu memiliki kekuatan magnitudo 5.1.
Guncangan ini dirasakan kuat di wilayah Malang.
Guncangan ini merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif.
BMKG memetakan ada delapan kali sambaran petir di Sukabumi, tepatnya di sekitar jalan raya di Kampung Cimenteng RT 003/05 Desa Sukamulya Kecamatan Cikembar, pada Ahad lalu, 21 April 2024.
Hasil Monitoring BMKG yang dilakukan sejak 31 Desember 2023 hingga 19 Januari 2024 menunjukkan telah terjadi 23 kali gempa.