Biar Merata dan Lancar, Ini 3 Posko Bantuan BNPB dan BPBD untuk Bencana Sukabumi
Posko-posko ini juga siap menerima dan menyalurkan bantuan dari warga yang peduli serta ingin menolong para penyintas bencana alam pada 4 Desember 2024.
Posko-posko ini juga siap menerima dan menyalurkan bantuan dari warga yang peduli serta ingin menolong para penyintas bencana alam pada 4 Desember 2024.
Bencana Kabupaten Sukabumi mengakibatkan sebanyak 4.847 KK (8.477 jiwa) terdampak, dengan 919 KK (3.023 jiwa) mengungsi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena menyampaikan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi sejak Selasa, 3 Desember 2024 telah mengakibatkan bencana di berbagai titik.
Pantauan BMKG, cuaca saat pemilihan diprediksi cerah pada pagi hari.
BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat sebanyak 27 kepala keluarga atau 79 jiwa terdampak bencana akibat cuaca ekstrem pada Rabu (20/11/2024).
Tragedi Longsor di Ponpes Darussyifa Al-Fithroh Yaspida Sukabumi.
Empat santri meninggal dunia dan lima lainnya terluka akibat tertimbun longsor.
Bencana ini berdampak pada 4 KK dengan total 10 jiwa yang terancam.
Hujan deras mengakibatkan saluran air meluap karena kapasitas tidak memadai.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengungkapkan hasil pengecekan alat pendeteksi tsunami atau EWS pada Kamis (26/9/2024).
Pemkab Sukabumi telah menetapkan status siaga bencana kekeringan yang berlaku dari 1 Agustus 2024 hingga tiga bulan kedepan.
Camat Lengkong dan Jampangtengah sama-sama berkoordinasi dengan pemdes.
Sementara ini untuk mandi menumpang di rumah penduduk yang tidak terdampak.
Dapur Rumah warga Simpenan Sukabumi ambruk diterjang hujan deras disertai angin kencang pada Jumat 19 Januari 2024 siang.
Cuaca ekstrem menyebabkan angin kencang dan longsor landa 3 titik di Sukabumi utara saat hujan deras. Berikut data BPBD.
BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat hujan deras picu bencana tanah longsor di Nagrak dan Cicurug.
Berikut beberapa langkah konkret kesiapsiagaan bencana antara BPBD Kabupaten Sukabumi dan Perhutani KPH Sukabumi.
BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat hingga Rabu malam (3/1/2024) ada 10 rumah warga yang alami kerusakan akibat Gempa M5,9 Bayah Banten.
Meskipun sempat diguncang gempa bumi, objek wisata pantai Karanghawu di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, masih dipadati oleh wisatawan yang tetap berdatangan.
BPBD Kabupaten Sukabumi menyampaikan tak ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa M5,3 Pangandaran, Kamis (28/12/2023).