Dua Insiden dalam Sehari, Pria di Cicantayan Sukabumi Tewas Tertemper KA Pangrango

Dua Insiden dalam Sehari, Pria di Cicantayan Sukabumi Tewas Tertemper KA Pangrango

Jenazah Sandi (40) saat dievakuasi oleh petugas kepolisian bersama petugas KAI dan anggota TNI, usai tertemper Kereta Api (KA) Pangrango, Sabtu (24/10/2026). (Sumber : Istimewa.)

SUKABUMIUPDATE.com - Setelah seorang pria terluka akibat tertemper Kereta Api (KA) Pangrango di Km 33+400/500, petak jalan antara Stasiun Parungkuda dan Stasiun Cicurug, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 05.55 WIB, insiden serupa kembali terjadi beberapa jam kemudian.

Kali ini, seorang pria bernama Sandi Kasmara (40), warga Kampung Paledang, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, tewas tertemper KA Pangrango relasi Bogor–Sukabumi.

Peristiwa tersebut terjadi Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 09.20 WIB di Km 49+500/600, petak jalan antara Stasiun Cibadak dan Stasiun Cisaat. Saat kejadian, korban dilaporkan berada di sekitar jalur kereta api.

Sebelum kejadian, Sandi diketahui berada di kebun milik orang tuanya yang tidak jauh dari rel kereta api. Ia bersama tetangganya, Syahdan (60), sedang membuat pondasi menggunakan karung berisi tanah di pematang sawah.

Baca Juga: Kasus Dugaan Pemerasan Berujung Penganiayaan Pelajar SMP di Nagrak Sukabumi Naik ke Penyidikan

Syahdan menuturkan, Sandi sempat berbicara dengannya mengenai rencana meminjam gergaji untuk membantu pekerjaan tersebut.

Tidak lama setelah Sandi beranjak, Syahdan mendapat kabar dari warga bahwa ada seseorang yang tertemper kereta api.

"Saya enggak tahu, cuma informasi dari warga. Katanya ada orang ketabrak kereta, keserempet kereta," tutur Syahdan saat menceritakan awal mula mengetahui kejadian tersebut, kepada Sukabumiupdate.com.

Mendapat informasi itu, Syahdan langsung menuju lokasi. Setibanya di sana, ia mengenali korban dari sandal yang dikenakannya.

"Pas dilihat ternyata sudah tahu sandal-sendalnya. Astagfirullahaladzim," ujarnya.

Baca Juga: Diduga Sedang Lari Pagi, Pria Terluka Usai Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Sukanbumi

Syahdan mengaku tidak menyaksikan langsung saat kereta menyambar korban. Saat itu, ia berada di area sawah yang cukup jauh dari lokasi kejadian sehingga tidak mendengar dengan jelas suara kereta maupun klaksonnya.
"Ah, di sawah saya mah agak jauh tuh, di sawah di situ, di bawah," katanya.

Menurut Syahdan, Sandi sehari-hari bekerja melayani jasa servis telepon genggam. Korban terkadang menerima pelanggan di rumah dan terkadang mendatangi pelanggan berdasarkan panggilan.

Usai kejadian, jenazah Sandi dievakuasi oleh petugas kepolisian bersama petugas KAI dan anggota TNI ke RSUD Sekarwangi, Cibadak.

KAI Sampaikan Keprihatinan

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, membenarkan adanya insiden orang tertemper KA Pangrango di lintas Cibadak–Cisaat tersebut.

Baca Juga: Siswi SMAN 1 Lengkong Sukabumi Tertabrak Mobil MBG, Yayasan Darul Hadist Beri Klarifikasi

Dalam keterangan resmi yang diterima Sukabumiupdate.com, Franoto menyebut kejadian itu merupakan insiden kedua yang melibatkan KA Pangrango di wilayah Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (24/10/2026).

Insiden pertama terjadi sekitar pukul 05.55 WIB di Km 33+400/500, petak jalan antara Stasiun Parungkuda dan Stasiun Cicurug, melibatkan KA Pangrango PLB 223A relasi Sukabumi–Bogor.

Sementara itu, insiden kedua terjadi sekitar pukul 09.20 WIB di Km 49+500/600, petak jalan antara Stasiun Cibadak dan Stasiun Cisaat, melibatkan KA Pangrango PLB 224A relasi Bogor–Sukabumi.

Franoto menyampaikan keprihatinan atas dua kejadian yang berlangsung dalam rentang waktu kurang dari empat jam tersebut.

“Kami prihatin atas dua kejadian yang terjadi dalam waktu berdekatan ini. Keselamatan jiwa merupakan hal yang sangat berharga. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk semakin peduli terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain dengan tidak melakukan aktivitas yang berisiko di sekitar jalur kereta api,” ujar Franoto.

Baca Juga: Jauh Dijugjug Anggang Diteang Artinya Apa? Ini Makna dalam Bahasa Sunda

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan petugas, lokomotif dan rangkaian KA Pangrango yang terlibat dalam insiden kedua dinyatakan aman untuk melanjutkan perjalanan. Kejadian tersebut berdampak pada keterlambatan perjalanan kereta selama dua menit.

“Keselamatan selalu menjadi prioritas utama KAI. Setiap kejadian ditangani melalui koordinasi dan prosedur keselamatan yang berlaku, sehingga penanganan di lapangan maupun kelangsungan operasional perjalanan kereta api tetap menjadi perhatian,” jelasnya.

Franoto juga mengingatkan masyarakat bahwa kereta api memiliki karakteristik operasional yang berbeda dengan kendaraan di jalan raya. Kereta api bergerak di jalur khusus dan membutuhkan jarak pengereman yang panjang.

“Jalur kereta api bukan tempat untuk berjalan kaki, bermain, duduk, maupun melakukan aktivitas lainnya. Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan akses penyeberangan resmi, mematuhi rambu keselamatan, serta tidak memasuki area jalur kereta api yang bukan diperuntukkan bagi masyarakat umum,” tegas Franoto.

KAI Daop 1 Jakarta, lanjut Franoto, terus mengedepankan edukasi dan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat, pengawasan di lingkungan jalur kereta api, serta koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga: Ratusan Santri di Palabuhanratu Sukabumi Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 100 Meter

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan masyarakat semakin memahami risiko beraktivitas di sekitar jalur kereta api.

“Kami berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Keselamatan bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan, melainkan bentuk kepedulian terhadap kehidupan. Mari bersama-sama menjaga keselamatan di sekitar jalur kereta api, karena setiap orang memiliki keluarga dan orang-orang tercinta yang menantikan kepulangannya dengan selamat,” tutupnya.

 

Berita Terkini