SUKABUMIUPDATE.com - Seorang pria tertemper Kereta Api (KA) Pangrango relasi Sukabumi-Bogor di Km 33+400/500, tepatnya di antara Stasiun Parungkuda dan Stasiun Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 05.55 WIB. Korban mengalami luka-luka dan mendapat penanganan dari petugas.
Berdasarkan informasi yang diterima Ketua RT setempat, Amat, korban diduga sedang melakukan aktivitas lari pagi sebelum kejadian. Peristiwa tersebut diketahui terjadi di sekitar Kampung Kandang Gede RT 3/6, Desa Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.
Amat mengatakan dirinya mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 06.00 WIB dari informasi warga. Setelah menerima kabar adanya orang yang tertemper kereta di sekitar jembatan, ia langsung mendatangi lokasi.
"Saya enggak, cuma informasi dari warga. Katanya ada orang ketabrak kereta, keserempet kereta, katanya di sebelah jembatan. Langsung saya lari ke sana, lihat," kata Amat kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (24/10/2026).
Baca Juga: Siswi SMAN 1 Lengkong Sukabumi Tertabrak Mobil MBG, Yayasan Darul Hadist Beri Klarifikasi
Amat menuturkan, informasi awal mengenai kejadian itu diterimanya dari dua orang pekerja pabrik garmen yang hendak berangkat kerja. Keduanya menyampaikan kabar adanya seseorang yang tertemper kereta.
Saat tiba di lokasi, Amat mengetahui korban mengalami luka di bagian belakang kepala. Namun, ia mengaku tidak melihat langsung bagaimana peristiwa tersebut terjadi.
"Yang saya tahu mah ini kepala," ujarnya.
Menurut Amat, petugas keamanan dari pihak kereta api juga langsung menuju lokasi setelah kejadian. Sementara itu, identitas korban belum diketahui secara pasti. Ia hanya memastikan bahwa korban berjenis kelamin laki-laki.
"Belum diketahui. Warga mana, warga mananya?" ucapnya.
Baca Juga: Gunung Pangparang Bandung: Lokasi, Ketinggian, Jalur Pendakian, dan Daya Tarik
Amat juga mengaku mendapat informasi bahwa korban sedang melakukan aktivitas lari pagi. Selain itu, korban disebut mengenakan headset dan telepon genggamnya belum ditemukan.
"Lagi lari pagi, katanya. HP-nya juga sampai sekarang belum ketemu dia," kata Amat.
Meski demikian, Amat tidak mengetahui secara pasti aktivitas korban sebelum kejadian maupun apakah korban mendengar suara klakson kereta yang melintas.
Kapolsek Parungkuda, AKP Erman, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan korban mengalami luka-luka dan telah ditangani oleh Unit Laka.
"Ya benar, hanya luka-luka dan ditangani Unit Laka," kata Erman.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa setelah menerima laporan kejadian, petugas stasiun segera berkoordinasi dengan unit dan instansi terkait. Petugas kemudian menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan penanganan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.
Baca Juga: Situ Cipiit Sukabumi hingga Situ Sarkanjut di Garut Terdampak Kemarau Panjang
“Berdasarkan laporan awal, kondisi lokomotif dan rangkaian KA Pangrango dinyatakan aman untuk melanjutkan perjalanan. Sementara itu, informasi mengenai identitas dan kondisi korban masih dalam proses pendataan serta koordinasi dengan pihak terkait,” ujar Franoto.
KAI menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas maupun berada di jalur kereta api karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan perjalanan kereta.
“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga keselamatan dengan tidak memasuki ruang manfaat jalur kereta api. Keselamatan perjalanan KA dan masyarakat merupakan prioritas utama KAI,” tutup Franoto.















