SUKABUMIUPDATE.com – Suparman (42), seorang pengrajin gula kelapa merah asal Kampung Kiaralawang RT 08/RW 05, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon kelapa setinggi sekitar 15 meter saat menyadap nira, Sabtu (10/10/2026) pagi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah terjatuh, korban dievakuasi ke rumahnya oleh warga untuk mendapatkan pertolongan. Namun, sekitar pukul 11.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan penanganan medis.
Babinsa Desa Sumberjaya Koramil Tegalbuleud, Serma Wartono, membenarkan peristiwa kecelakaan kerja tersebut.
“Korban jatuh dari pohon kelapa setinggi kurang lebih 15 meter saat sedang menyadap nira. Kejadian sekitar jam 8 pagi dan meninggal dunia sekitar pukul 11 siang,” ujar Wartono saat dikonfirmasi sukabumiupdate.com.
Menurut Wartono, kejadian itu pertama kali diketahui oleh tetangga korban bernama Ecep, yang sedang memberi makan ternak domba tidak jauh dari lokasi kejadian.
Baca Juga: Pantai Palabuhanratu Sukabumi Ramai di Akhir Pekan, Wisatawan Diimbau Waspadai Gelombang Laut
Ecep mendengar suara benturan keras dari arah pohon kelapa. Saat memeriksa sumber suara tersebut, ia mendapati Suparman sudah tergeletak di tanah.
“Saksi mendengar suara 'gedebuk'. Saat dicek ke asal suara, ternyata korban sudah tergeletak di bawah pohon kelapa,” kata Wartono.
Melihat kondisi korban, Ecep kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk mengevakuasi Suparman ke rumahnya.
Wartono menjelaskan, setelah korban dibawa pulang, pihak keluarga berencana meminta bantuan tukang urut tradisional. Korban belum sempat dibawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Korban mengalami cedera serius pada bagian leher dan pundak kiri akibat terjatuh dari ketinggian tersebut.
Baca Juga: Geger! Wanita Muda Ditemukan Meninggal Tergantung di Rumahnya di Tegalbuleud Sukabumi
“Posisi jatuhnya meringkuk dan mengenai bagian leher hingga patah, serta cedera berat pada pundak sebelah kiri. Begitu tukang urut datang, korban sudah meninggal dunia,” jelas Wartono.
Saat ini, jenazah Suparman telah disemayamkan di rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.
Peristiwa tersebut menjadi duka bagi keluarga dan warga Kampung Kiaralawang. Pekerjaan menyadap nira kelapa yang dilakukan korban merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat setempat, meski memiliki risiko kecelakaan akibat aktivitas memanjat pohon yang tinggi.












