Ini Alasan Ayep Zaki Alihkan Anggaran Pembangunan Jembatan Rp12,6 M di Cibeureum

Sukabumiupdate.com
Selasa 21 Apr 2026, 18:08 WIB
Ini Alasan Ayep Zaki Alihkan Anggaran Pembangunan Jembatan Rp12,6 M di Cibeureum

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki | Foto: Dokpim

SUKABUMIUPDATE.com – Proyek pembangunan jembatan senilai Rp12,6 miliar di wilayah Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, menuai sorotan publik. Pasalnya, Pemerintah Kota Sukabumi memastikan proyek tersebut akan dialihkan untuk pembangunan jalan, drainase, serta penanganan sampah.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengonfirmasi bahwa pengalihan anggaran tersebut merupakan hasil aspirasi masyarakat yang diserap melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) beberapa waktu lalu.

“Itu adalah permintaan masyarakat semua, karena masyarakat menginginkan setelah Musrenbang kemarin di 2026 ini hasilnya 90% ya banyak, menginginkan masyarakat membangun jalan,” ujar Ayep kepada sukabumiupdate.com.

Baca Juga: Sungai Citamiang Meluap, 2 Ha Sawah Warga Kabandungan Terdampak Banjir Bandang

Ia menjelaskan, pembangunan yang menjadi prioritas meliputi jalan lingkungan, jalan kota, dan infrastruktur pendukung lainnya. Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menekankan fokus pembangunan pada sektor infrastruktur dasar.

“Jalan lingkungan, jalan kota dan lain sebagainya sehingga otomatis kita arahkan dan akselerasi pembangunan kota dengan Provinsi Jawa Barat karena Pak KDM fokus ke jalan, drainase dan penerangan,” ucapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Sukabumi menunda rencana pembangunan jembatan Cibeureum dengan anggaran lebih dari Rp12,6 miliar. Program strategis daerah pada Tahun Anggaran 2026 tersebut dialihkan untuk perbaikan jalan, drainase, serta penanganan sampah.

Baca Juga: Kuota 173 Jemaah, Hanya 65 Warga Kabupaten Sukabumi yang Siap Berangkat Haji 2026

Dilansir dari portal Dokpim Kota Sukabumi, kebijakan ini disampaikan Wali Kota Ayep Zaki dalam Podcast Ayeuna Waktuna Ngabahas Program di kanal YouTube Menata Kebaikan Tech, Senin (12/4/2026). Ia menyebut penundaan dilakukan karena masih terdapat kebutuhan pembangunan infrastruktur lain yang lebih mendesak.

Selain untuk perbaikan jalan, alokasi anggaran dari penundaan pembangunan jembatan juga akan difokuskan pada pembenahan pengelolaan sampah.

“Kita memilih untuk mengalihkan (pembangunan) jembatan ke pembangunan jalan, drainase maupun trotoar untuk mengakomodir keinginan masyarakat, termasuk untuk (pengelolaan) sampah karena ini dikejar target untuk mencapainya dua tahun dari sekarang. Kita akan revitalisasi dulu TPA, dan harus selesai dalam dua tahun,” jelasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini