SUKABUMIUPDATE.com - Konten kreator Aron Ashab yang sempat menghilang dari publik dari publik dan media hampir satu tahun, kembali muncul dengan membawa kabar mengenai hilangnya selama ini.
Aron Ashab diketahui terakhir aktif di Instagram pada 2 November 2025. Setelah itu, akunnya tidak aktif membagikan konten maupun postingan yang membuat penggemar bertanya-tanya mengenai keberadaannya.
Pada Rabu, 14 Oktober 2026, Aron tiba-tiba muncul di Instagram dengan mengunggah potret terbarunya sambil menceritakan alasan hilangnya ia selama satu tahun. Dalam keterangan unggahan tersebut, ia mengaku diculik, disiksa, dan dipenjara oleh preman bayaran.
Menurutnya, aksi tersebut diduga dilakukan oleh satu oknum yang difasilitasi sekelompok preman. Aron mengatakan kalau dirinya ditangkap, lalu dikurung. Kemudian, ia juga mengalami kekerasan fisik dan mental.
“Gw kemana selama ini lo tanya? Gw di penjara. Or bisa dibilang gw abis diculik trus dimasukin penjara. Penculikan bayaran yang dilakukan satu oknum dan difasilitasi preman preman kampretos yang sok keras berani nangkep gw pakai kekerasan, ngurung gw, nyiksa gw, gebukin gw maksa gw ini itu, dan ga fikir panjang kalo kali ini yang dia "garap" itu gw,” tulis Aron Ashab dikutip pada Sabtu, (17/10/2026).
Baca Juga: Lautaro Martinez Cedera, Inter Milan Terancam Kehilangan Kapten hingga Derby Della Madonnina
Konten kreator berusia 33 tahu itu mengatakan bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindakan kriminal, namun tetap menjadi target aksi main hakim sendiri dari pihak yang disebutnya sebagai “preman penunggang agama”
“Gw tau kalian baca ini wahai para preman penunggang agama yang main hakim sendiri, ngelakuin ini semua ke gw tanpa gw melakukan tindak kriminal apapun. keren sih lo. Berasa anda semua diatas hukum. Tenang, ini bakal panjang,” katanya.
Aron Ashab mengungkapkan bahwa hal tersebut dalam pengalaman paling sulit dalam hidupnya. Dimana ia mencoba untuk bertahan di tengah kondisi mencekam yang membuat fisik dan mental hancur.
Sang konten kreator menceritakan berhasil kabur pada malam minggu dengan menggunakan trik pura-pura akrab dengan orang-orang yang mengawasinya. Dengan memanfaatkan celah tersebut, ia akhirnya dapat meloloskan diri dari lokasi penyekapan yang berada di tempat terpencil.
Dalam perjalanan kembali ke Jakarta, Aron menghadapi tantangan tersendiri karena untuk pertama kalinya menaiki bus antarkota, yang dilanjutkan perjalanannya dengan menyambung naik motor.
“Baru sekali kalinya gw naek bus antar kota, naik motor nyambung nyambung, dibantuin warga,” tuturnya.
Baca Juga: Dua Tahun Rumah Ambruk Akibat Gempa, Warga Sukabumi Kini Kehilangan BPJS karena Desil
Sepanjang perjalanan untuk pulang, Aron Ashab mendapat bantuan dari warga setempat yang percaya dengan ceritanya. Bahkan, beberapa diantaranya rela mengantar Aron naik mobil agar bisa kembali ke Jakarta.
Bantuan warga tersebut sangat berjasa dan membantunya bisa kembali ke Jakarta. Setelah sampai, ia fokus memulihkan kondisi fisik dan mentalnya yang sempat terganggu akibat kekerasan yang diterimanya.
Kini, Aron menyatakan tidak akan tinggal diam dan bersiap menempuh jalur hukum. Ia telah berkonsultasi dengan tiga tim kuasa hukum dan berencana membawa kasus penculikan serta penyiksaan yang dialaminya sekitar satu tahun ke jalur hukum.
“Buat yang make jasa penculik tersebut, silahkan expect panggilan polisi dan sampai bertemu di meja hijau. Semua ke dzoliman lo akan berbalik. Samsek ga takut gw. Gw udah konsul ke tiga kuasa hukum yang lo tau kok nama namanya,” ujarnya.
Aron Ashab mengaku memiliki sejumlah bukti berupa foto dan video kondisi pengurungan di tempat tersebut untuk dibawa ke jalur hukum. Aron juga memperingatkan pihak-pihak yang terlibat kalau tindakan mereka terhadapnya akan dipertanggungjawabkan.
Meski begitu, Aron mengungkapkan pengalaman kelam ini justru membangkitkan semangatnya untuk kembali aktif di dunia hiburan dan berkarya lagi. Ia juga berencana akan merilis album baru sebagai comeback-nya.
















