Keliling Puluhan Kilometer Per hari, Tukang Sol Sepatu Bojongkaler Kabupaten Sukabumi Naik Haji

[object Object]
Senin 07 Agu 2017, 05:52 WIB
Keliling Puluhan Kilometer Per hari, Tukang Sol Sepatu Bojongkaler Kabupaten Sukabumi Naik Haji

SUKABUMIUPDATE.com - Pekerjaan apapun, jika dikerjakan dengan ikhlas akan mendapat berkah yang berlimpah. Diantara bukti keberkahan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya, bisa dilihat dari kisah Suma (60 tahun) warga Kampung Bojongkaler, RT 02/05, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang sol sepatu.

Suma bersama Nunung (62 tahun) istrinya, warga Kampung Bojongkaler, RT 02/05, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terdaftar sebagai peserta calon haji (Calhaj) asal Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA: Suasana Haru Iringi Pelepasan Calon Jamaah Haji Asal Kabupaten Sukabumi

Kendati sudah terdaftar sebagai salah satu Calhaj, Suma masih tetap menjalankan aktivitas sebagai penjahit sepatu.

Bahkan saat ditemui awak media, ia sedang menjahit sepasang sepatu milik pelanggannya dengan telaten. “Tunggu sebentar yah. Abah ngesol sepatu dulu,” kata pria paruh baya itu dengan senyum sumringah, Senin (7/8/2017).

BACA JUGA: Ini Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji Kabupaten Sukabumi

Setelah selesai memperbaiki sepatu pelanggannya, Suma yang berpakaian training warna biru, kaca mata dan topi koboi, ia kemudian menemui  sukabumiupdate.com.

Setelah mengetahui maksud kedatangan wartawan, ia mulai menceritakan kisahnya. “Alhamdulillah, tahun ini saya bersama istri bisa berangkat ke mekkah untuk menunikan ibadah haji,” ujarnya memulia perbincangan.

Suma mengaku sudah lama-bercita-cita untuk bisa menunaikan ibadah haji. Dengan tekad yang kuat, dan menyisihkan uang dari hasil sol sepatu keliling, berpuluh tahun, akhirnya, cita-citanya itu terwujud.

“Penghasilan sebenarnya tidak menentu. Tapi, Alhamdulilah, biasanya dalam sehari saya bisa dapat uang Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Rp 20 ribu saya simpan untuk tabungan haji, selama 10 tahun lebih. Dan sisanya untuk keperluan dapur sehari-hari,” terangnya.

BACA JUGA: Ratusan Calon Jamaah Haji Sukabumi Terhambat Keberangkatannya

Untuk mendapatkan uang sebesar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu ini, Suma mengaku berjalan kaki hingga belasan kilometer. “Berangkat pagi, dan sore sudah sampai rumah. Tapi alhamdulilah, kondisi tubuh selalu sehat. Mungkin karena setiap hari jalan kaki,” paparnya.

Abah Suma begitu warga dan pelanggannya memanggilnya, selalu mensyukuri penghasilan yang didapat. “Tekad dan niat ke tanah suci, membuat saya semangat bekerja. Insyaallah Abah berangkat kelompok terbang (kloter) kedua. Doakan saja, semoga Abah dijadikan haji mabrur, selamat dalam perjalanan berangkat dan pulang nanti,' singkatnya.

Berita Terkini