Ini, Satu Lagi Kekayaan Alam di Wilayah Selatan Kabupaten Sukabumi

[object Object]
Senin 28 Agu 2017, 09:42 WIB
Ini, Satu Lagi Kekayaan Alam di Wilayah Selatan Kabupaten Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com - Ternyata, tidak hanya sebatas sisi wisatanya saja potensi laut di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, namun menyimpan sejuta kekayaan sumber daya alam (SDA) di dalamnya, salah satunya yakni rumput laut.

Namun informasi dihimpun, tak semua pantai di daerah Pajampangan terdapat rumput lautnya, hanya di Pantai Minajaya, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade saja. Rumput laut di Pantai Minajaya pun hanya bisa diperoleh pada waktu-waktu tertentu saja, tidak setiap bulan ada. Dalam setahun itu paling sekitar dua bulan.

Bukan hanya nelayan, tapi juga warga di Kecamatan Surade, dan Kecamatan Ciracap pun memanfaatkan datangnya musim rumput laut ini. Ada lima jenis rumput laut di perairan Minajaya ini, yaitu Kadeus, Jabria, Saribubu, Ulpa, dan jenis Ager.

BACA JUGA: Sukabumi Potensial Tanam Cavendish dan Pepaya Unggul

"Yang sekarang mulai ramai jenis Kadeus, dan Ager. Saya belum menampung jenis Ager, karena masih sedikit dan harganya juga lumayan, yang saya keringkan ini jenis Kadeus, untuk dijual kering ke Surabaya," terang Tuheng (50 tahun), pengepul rumput laut setempat kepada sukabumiupdate.com, Minggu (27/8/2017).

Biasanya, kata dirinya, di Surabaya dikemas lagi buat ekspor ke luar negeri, seperti Negara Brunai, Pakistan, dan India.

"Biasanya untuk bahan campuran makanan, obat, dan kosmetik. Harga rumput laut jenis Kadeus basahnya itu sekitar Rp2.500 per Kilogram (Kg) dari nelayan/petani, saya jual  kering ke bandar di kota, dengan harga Rp5 ribu per Kg," ujar warga Minajaya, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade ini.

Sementara Hakim (35 tahun), mengatakan saat ini memang sudah mulai memasuki musim rumput laut.

"Cuma belum begitu banyak. Ini juga paling dapat enam Kg. Apalagi ombaknya besar-besar," ucapnya saat ditemui usai mengambil rumput laut.

Hakim mengungkapkan, harga rumput laut sekarang per Kg sekitar Rp5 ribu, kalau membeli langsung di lokasi, tapi bila belinya di Pasar Surade, bisa mencapai hingga Rp12 ribu per Kg.

"Kendalanya memang ombak saja, tapi kalau lagi surut, mungkin akan lebih banyak hasilnya. Yang saya petik ini jenis rumput laut Ager biasa, kalau orang Jampang menyebutnya. Saya jual basah per kilonya Rp5 ribu, itu harga di lokasi (Di pantai)," paparnya.

BACA JUGA: Warga Rambai Kabupaten Sukabumi Petik Jutaan Rupiah dari Sayuran Hidroponik

Beda lagi, kata Hakim, kalau harga di penjual keliling, dan kalau di Pasar Surade, bisa mencapai Rp12 ribu per Kg.

Memang, kata warga Kecamatan Ciracap ini yang laku itu rumput laut jenis Ager.

"Ada dua jenis ager, yang warna merah, dan warna hijau bening. Kalau rumput laut jenis ager bisa dijadikan aneka olahan buat lalab, ditumis, es campur, atau bikin kue dodol. Wah mantap pokoknya," pungkasnya.

Berita Terkini