Khawatir Trauma Menghantui, Para Siswa SD Negeri Longkewang Kabupaten Sukabumi Jalani Hipnoterapi

[object Object]
Kamis 10 Agu 2017, 10:42 WIB
Khawatir Trauma Menghantui, Para Siswa SD Negeri Longkewang Kabupaten Sukabumi Jalani Hipnoterapi

SUKABUMIUPDATE.com – Sebanyak 13 orang siswa Kelas Dua SD Negeri Longkewang Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjalani hipnoterapi, Kamis (10/8/2017).

Belasan siswa ini sempat mengalami trauma pascakematian SR, teman sekelasnya pada Selasa 8/8/2017).

"Secara fisik tidak terlihat, namun keceriaan anak-anak ini sedikit terganggu dengan adanya peristiwa itu. Bagaimana pun korban dan pelaku, sahabat mereka," ujar Deni Nulhakim, salah seorang tim yang melakukan terapi psikis kepada sukabumiupdate.com di sela-sela kesibukannya.

BACA JUGA: Ini Sikap Kapolres Sukabumi Soal Penanganan yang Menimpa SR, Siswa SD Negeri Longkewang

Sebelumnya, petugas khusus dari Tim Penanganan Tawuran dan Kenakalan Pelajar (TPKP) Kabupaten Sukabumi diterjunkan untuk memulihkan kondisi psikologis para siswa di SD Negeri Longkewang.

"Jadi, kita coba kikis memori peristiwa itu dengan cara hipnoterapi. Tujuannya untuk mengembalikan keceriaan dan kegembiraan para siswa," terang Deni.

Dalam prosesnya, kata Deni, para siswa ini seperti diajak bermain sulap hingga dihipnotis sampai tertidur.

BACA JUGA: Posisi Terakhir SR, Siswa SD Negeri Longkewang Kabupaten Sukabumi Terkapar dan Meninggal

"Kita berharap, kejadian tersebut tidak menganggu proses tumbuh kembang anak. Itu yang utama," harapnya.

Trauma healing dengan hipnoterapi ini menjadi bagian dari langkah Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, pascainsiden di SD Negeri Longkewang.

BACA JUGA: Aktivitas KBM di SD Negeri Longkewang Kabupaten Sukabumi Berangsur Normal

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Muhamad Solihin menegaskan program tersebut akan diteruskan dengan sejumlah kegiatan lainnya berkaitan dengan mengembalikan keceriaan dan fokus belajar para siswa.

"Tentunya langkah ini juga akan diiringi dengan evaluasi dan perbaikan sistem pengawasan sekolah serta guru terhadap siswa," singkat Solihin usai kegiatan dalam kesempatan sama.

Berita Terkini