SUKABUMIUPDATE.com – Meninggalnya SR (8 tahun) siswa Kelas II SD Negeri Longkewang, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mendapat kecaman dari berbagai kalangan. Mereka menilai, peristiwa itu bisa diatasi kalau pengawasan ketat dilakukan oleh pendidik di sekolah itu.
BACA JUGA:Â Langsung Otopsi, Polisi Selidiki Kematian Siswa SDN Longkewang di Kabupaten Sukabumi
“Perlu dipertanyakan sistem pengawasan oleh pendidik. Kejadiannya pagi kan? Pasti pendidiknya sudah datang. Harusnya bisa diantisipasi, sehingga tidak menyebabkan seorang anak didik meninggal,†kata  pengamat pendidikan Endang Rohman, saat dihubungi melalui sambungan seluler Selasa (8/8/2017).
BACA JUGA:Â Arist Merdeka Sirait: Usut Tuntas Kematian SR Siswa SD di Sukabumi
Ia menambahkan, ada aturan standar bagi pendidik di sebuah sekolah, yakni melakukan pengawasan terhadap siswa selama dalam area sekolah dan masa pembelajaran. “Ini dilakukan tidak yah. Itu perlu juga dipertanyakan,†kata dia.
BACA JUGA:Â Ini yang Dilakukan Pihak SDN Longkewang Kabupaten Sukabumi Saat SR Terkapar
Sementara Sunarsih (40 tahun)  seorang ibu rumah tangga  yang memiliki anak masih duduk dibangku kelas 1 SD, dibilangan Kecamatan Gunungguruh, mengaku miris atas kejadian tersebut. Ia menilai pendidik harus meningkatkan pengawasan terhadap siswa.
BACA JUGA:Â Siswa SDN Longkewang Meninggal Dipukul Teman, Kadisdik Kabupaten Sukabumi: Orangtua Sudah Cabut Laporan
“Masa orang tua harus mengawasi anak di dalam kelas. Kan tidak mungkin. Agar tidak terulang lagi hal demikian, sebaiknya sekolah semakin memperketat pengawasan. Ini demi kenyamanan dan keamanan siswa,†imbuh Sunarsih.
BACA JUGA:Â Sadis, SR Siswa SDN Longkewang Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa Dipukul Teman Sekelas
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Maman Abdurahman belum bisa dikonfirmasi soal peristiwa ini. Ia hanya mengatakan, sedang mengumpulkan informasi lengkap dari jajarannya. Maman juga menambah secara pribadi turut belasungkawa dan keperihatinanya atas peristiwa tersebut “Saya sedang Rapat Koordinasi (Rakor) standar pelayanan minimal pendidikan, di Makassar,†katanya lewat pesan whatsapp singkat.