Ratusan Petani Pasirdatar dan Sukamulya Kabupaten Sukabumi Geruduk Pendopo Negara

[object Object]
Selasa 09 Mei 2017, 03:58 WIB
Ratusan Petani Pasirdatar dan Sukamulya Kabupaten Sukabumi Geruduk Pendopo Negara

SUKABUMIUPDATE.com - Ratusan petani dari Desa Pasiridatar dan Sukamulya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, geruduk Gedung Negara Pendopo Jalan A Yani Kota Sukabumi. Mereka tiba di Pendopo Negara dengan menumpangi belasan truk terbuka, Selasa (9/5).

Kehadiran para petani ke Pedopo tersebut, guna mengawal mediasi antara Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Negara (KTR/BPN) Kabupaten Sukabumi dengan perwakilan petani, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi, Sarikat Petani Indonesia (SPI), TNI, dan pihak perusahaan.

Mediasi tersebut terkait sengketan lahan yang dikuasai PT Surya Nusa Nadicipta (SNN), yang telah digarap puluhan tahun oleh petani."Kedatangan kami kemari untuk mengawal mediasi. Ini menyangkut kehidupan petani," terang Iwan Riefendi (38) perwakilan Desa Pasirdatar kepada sukabumiupdate.com.

BACA JUGA:

Sengketa HGB Pasirdatar Indah Kabupaten Sukabumi, SPI Minta Bupati dan Gubernur Turun Tangan

Adukan Konflik HGB PT SNN, Petani Pasirdatar Indah Kabupaten Sukabumi Datangi Staf Presiden

Petani Penggarap Pasirdatar Indah Kabupaten Sukabumi, Kembali Hentikan Alat Berat PT SNN

Iwan berharap mediasi tersebut mendapatkan pencerahan untuk kehidupan petani di dua Desa tersebut. "Mudah-mudahan yang kami suarakan soal pembebasan lahan dapat berjalan sesuai diharapkan, karena lahan milik SNN tersebut sudah digarap selama 23 tahun oleh petani. Petani menggarap karena PT SNN telah menelantarkan tanah tersebut,” ujar Iwan.

Iwan menambahkan, dalam mediasi ini, petani mewakilkan kepada Serikat Petani Indonesia dan Forum Aktivis Untuk Rakyat (Fraksi Rakyat). “Kami akan diam di halaman Pendopo menunggu hasil mediasi,” katanya.

Pantauan sukabumiupdate.com, selain menunggu di halaman pendopo, massa yang  terdiri dari kaum ibu memajang poster bertuliskan “Biarkan Kami Merdeka”, “Tidak Ada Demokrasi Tanpa Reforma Agraria”, dan sejumlah tulisan lainnya.

Berita Terkini