SUKABUMIUPDATE.com - Pembangunan Jalan Alternatif Tenjoayu-Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, di Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, sepanjang 5.225 meter dan lebar lima meter, menelan biaya sebesar Rp6.542.535.000.
Pantauan sukabumiupdate.com, Senin (8/5), proyek peningkatan kapasistas ruas jalan Purwasari menuju Tenjo Ayu ini, akan dibangun selama 150 hari kalender.
Mandor pelaksana pembangunan dari PT Deri Abadi Jaya, Ade Suwarna menerangkan, pembangunan jalan ini dimulai dari pertigaan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Cicurug, dengan sistem lapen, hotmix dan beton.
Ia mengatakan, tahap pertama melakukan lapen dan dilanjutkan finishing dengan hotmix kelas l jenis Ac-WC sepanjang 3, 455 kilo meter. “Itu belum termasuk delapan titik yang akan dibeton, yaitu titik 410-490 dengan panjang 80 meter di tikungan Tenjoayu,†jelas Ade.
BACA JUGA:
Jalan Rusak, Pengendara Harus Hati-hati di Tanjakan Tenjoayu Cicurug
Jalan di Stasiun KA Parungkuda Rusak, Siapa Tanggung Jawab?
Lubang Jalan Menganga di Pertigaan Stasiun KA Parungkuda
Kemudian, terang dia, pengerjaan akan dilakukan pada titik 815-900 Kampung Nangerang. Pembangunan kemudian berlanjut pada KM 1, 1,175- 1,250 di pertigaan Nanggerang, 1,425-1,575 di Kampung Nanggerang, serta 2,250-2,235 dan 2,950-2,325 Kampung Sikup, Desa Purwasari. Selanjutnya, 3,160-3,240 dan 3,280-3,345 di Purwasari.
“Dengan ketebalan beton 25 centimeter lebar lima meter, total panjang 660 meter beton,†katanya.
Sementara, Ketua Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Sukabumi Dewek Sapta Anugrah, meminta warga Kabupaten Sukabumi khususnya Cicurug dan pengguna jalan agar ikut mengawasi proses pelaksanaannya.
"Harus kita awasi bersama. Terutama kulitasnya. Jangan sampai terjadi hanya beberapa bulan digunakan, sudah rusak lagi," ujar Dewek, Selasa (9/5) dini hari.
Lebih jauh Dewek mengatakan, Jalan Alternatif Cicurug merupakan akses vital, terlebih jika jalur utama Sukabumi-Bogor terjadi kemacetan. "Selama ini pengguna jalan kerap mengeluhkan kondisi jalan tersebut karena alami kerusakan di banyak titik," pungkasnya.
