SUKABUMIUPDATE.com - Peduli akan seni dan budaya tradisional warisan leluhur, kalangan pemuda di Kampung Karanganyar, Desa/Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, merintis kembali seni api dengan mendirikan Grup Kesenian Garuda Putih sejak tahun 2012.
Atraksi seni api yang dipertunjukkan khusus malam hari tersebut, biasanya ditampilkan untuk menyambut hari besar Islam dengan diiringi alunan musik rebana dan marawis.
“Grup ini dibentuk untuk melestarikan warisan leluhur agar tidak padam, selama lima tahun ini jumlah pemain sebanyak  20 orang termasuk penabuh rebana dengan rata-rata berusia dari 17-30 tahun,†ujar Wahyoto (28) Pelatih Seni Api warga Kampung Karanganyar RT 06/04 kepada sukabumiupdate.com. Senin (8/5).
Diawal Grup Garuda Putih berdiri, ungkap Wahyoto, ada tiga orang perempuan yang ikut bermain seni api. Namun sekarang sudah tidak aktif lagi, karena semuanya sudah menikah. Saat tampil para pemain tidak ada yang kebal panas, mereka hanya mengandalkan teknik dan trik yang sudah dipelajari setiap latihan.
“Sebelum tampil kami melakukan dulu ritual doa bersama untuk kelancaran dan keselamatan yang dipimpin oleh Ketua Grup,†ungkapnya.
BACA JUGA:
Diguyur Hujan Deras, Ribuan Warga Kota Sukabumi Antusias Tonton Helaran Seni Budaya
Dalam Sejarahnya, Seni Tradisional Media Efektif Dakwah Islam di Sukabumi
Pagelaran Seni Lukis Kota Sukabumi Diikuti 120 Peserta
Sementara itu Ketua Grup Garuda Putih, Amrih (61) menuturkan, harapan terbesarnya anak-anak masih semangat menekuni seni api ini. “Semata-mata untuk kepedulian dan kecintaan seni Islam ini. Adapun mereka (pemerintah-red) agar memberikan dukungan dan semangat pada pemuda-pemuda,†ujarnya.
Saat ini ungkapnya, pertunjukan seni api tersebut baru ditampilkan di wilayah Kecamatan Tegalbuleud saja dan yang paling jauh sampai di Kecamatan Agrabinta Kabupaten Cianjur.
Salah seorang pemain seni api, Hari Sukoco (24) mengaku, bermain seni api memiliki tantangan tersendiri. “Kalau kita tidak menguasai tehnik dan juga mental, sangat berbahaya. Awalnya saya dilatih dulu cara memainkan dan memegang serta memutar bambu api,†katanya.
Hari ingin kedepannya Grup Garuda Putih bisa lebih berkembang, hanya saja untuk sekarang memang masih ada kendala belum memiliki seragam khusus dan peralatan rebananya juga sudah lama. “Alat peraganya dari bamboo berukuran 160 cm, ujungnya dililit karung goni dan diberi minyak tanah. Sedangkan bola api dan lingkarannya dari velk bekas roda sepeda. Pokoknya seru dan menyenangkan,†ungkapnya.Â