Kades di Ciracap Kabupaten Sukabumi Keluhkan Kualitas Raskin

[object Object]
Kamis 04 Mei 2017, 21:02 WIB
Kades di Ciracap Kabupaten Sukabumi Keluhkan Kualitas Raskin

SUKABUMIUPDATE.com - Keluhan buruknya kualitas beras untuk keluarga sejahtera (Rastra), yang didistribusikan Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Pasir Halang Sukabumi, Sub Divisi Regional (Divre) Cianjur, ternyata hampir merata terjadi di wilayah Kecamatan Ciracap.

Informasi yang dihimpun sukabumiupdate.com, Kamis (4/5), enam dari delapan desa yang ada di Kecamatan Ciracap mengeluhkan kualitas beras yang tidak layak konsumsi. Karena alasan membutuhkan, tidak ada satupun warga yang mengembalikan beras tersebut ke pihak desa.

Selain kualitas yang buruk, enam desa tersebut juga mengeluhkan berkurangnya kuota raskin yang didistribusikan. Keenam desa tersebut antara lain, Desa Gunungbatu, Desa Ujunggenteng, Desa Ciracap, Desa Pasirpanjang, Desa Cikangkung dan Desa Purwasedar. Sedangkan dua desa lainnya yakni, Pangumbahan dan Mekarsari hingga berita ini diturunkan belum ada informasi lebih lanjut.

“Kualitas rastra yang sekarang memang kurang bagus, meski demikian tetap saja habis dimakan oleh warga yang menerimanya,” ujar Kepala Desa Ujunggenteng, Muhammadiran.

Dirinya meengaku, kuota rastra yang diterimanya saat ini tidak berkurang dan masih tetap seperti biasanya sebanyak 4,7 ton. 

“Kuotanya pas tidak ada pengurangan, kalau mau berjuang silahkan langsung saja ke Bulog nya biar ada perubahan. Kalau dinaikkan berita tidak ngaruh akan baik kualitas berasnya,” tandasnya.

Hal senada juga diutarakan Kepala Desa Pasirpanjang, Mamat Slamet yang mengeluhkan jika kualitas rastra sekarang kurang baik. “Kualitas berasnya seperti bubuk,” ucapnya singkat.

Kepala Desa Purwasedar, Sukaedin Sopyan mengatakan, jika kualitas rastra yang diterima pihaknya bervariasi ada yang bagus dan ada juga yang bubuk.

BACA JUGA:

Warga Ciracap Kabupaten Sukabumi Keluhkan Kualitas Raskin: yang Makan Manusia, Bukan Ayam

Soal Kualitas Raskin Buruk, Kades Gunungbatu: Jangankan Warga, Saya Juga Mengeluh

Pemkab Sukabumi Gelontorkan Rp2,9 M untuk Rastra

“Ada yang biasa standar raskin, namanya juga raskin,” katanya.

Kejadian serupa juga diutarakan Pejabat Sementara (Pjs) Desa Cikangkung, Ridwan Hidayat yang mengakui jika pihaknya menerima laporan dari Kepala Dusun terkait kualitas rastra yang kurang bagus alias bubuk.

“Saya sudah sampaikan ke pihak kecamatan, ,udah-mudahan rastra yang akan datang pihak Bulog bisa memperbaikinya,” pungkasnya.

Secara terpisah Kepala Desa Gunungbatu, Saripudin mengatakan, selain kualitas rastra yang buruk pihaknya juga mengeluhkan berkurangnya kuota. “ Jangankan warga, saya sendiri kepala desanya mengeluh..Selain ada pengurangan, juga kualitasnya memang tidak layak seeprti bubuk dan warnanya agak kehitaman,” ungkapnya.

Khusus tahun ini, kuota rastra yang turun ke Desa Gunungbatu hanya 6 ton atau ada pengurangan sekitar 1 ton dari awalnya 7 ton.

Menanggapi beragam keluhan terkait rastra tersebut, Sekretaris Kecamatan Ciracap Enang Hasirin saat dikonfrimasi dengan singkat hanya mengatakan, kalau memang kualiatsnya kurang baik akan dilaporkan langsung ke Bulog.

“Kalau kualitasnya kurang baik, kita laporkan saja ke Bulog,” singkatnya.

Sementara itu Kepala Gudang Bulog Pasir Halang Sukabumi, Aep Saepulloh saat dikonfirmasi sedang tidak berada ditempat. 

Berita Terkini