SUKABUMIUPDATE.com - Warga Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, keluhkan buruknya kualitas beras sejahtera (Rastra) dari Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Divre) Cianjur, Gudang Beras Bulog Sukabumi.
Warga mengatakan, beras rastra yang ditebus warga, bau obat, berbubuk, dan kalau dimasak sangat pulen seperti ketan. “Kalau pun mengkomsumsi rastra ini, harus dicampur dengan beras bagus,†ujar Iwan Rustandi (41), warga Kampung Gunungbatu RT 04/02, Kedusunan Cimulang, Desa Gunungbatu, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.
Senada dengan Iwan Rustandi, Uceh (42), warga Kampung Bojongwaru RT 18/06, Kedusunan Nagrak, Desa/Kecamatan Ciracap menyayangkan penjualan ratra seharga Rp1.500 per kilogram itu kepada warga. “Bau obat, banyak bubuk, liket. Dari pada kelaparan, mau tak mau harus dimakan,†ujar Uceh.
BACA JUGA:
Pemkab Sukabumi Gelontorkan Rp2,9 M untuk Rastra
Bulog Siap Kirim Beras untuk Korban Banjir Jika Diminta Pemkab Sukabumi
Ihh, Beras Bulog untuk Desa Sukamanah Banyak Kutu
Sementara tokoh masyarakat Kecamatan Circap, Lucky Sujana (72), warga Kampung Selabitung RT 20/06, Kedusunan Nagrak, Desa/Kecamatan Ciracap, menyesalkan pemerintah dan Bulog yang menjual rastra tidak layak konsumsi. “Seharusnya rastra layak untuk dikomsumsi, karena negara membeli beras dengan harga standar pasar,†tegas Lucky.
Persoalan rasta atau beras miskin (raskin), yang berkualitas buruk, bukan kali pertama terjadi di tanah air atau Kabupaten Sukabumi. “Bau, bubuk, atau banyak kutu, sering dijumpai. Mau protes kepada siapa? Hanya harapannya, pemerintah harus memerhatikan kualitas rastra. Karena yang mengkomsumsinya bukan ayam, melainkan manusia,†katanya.Â