SUKABUMIUPDATE.com - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) perlu menjadi refleksi bersama bagi seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sukabumi, menuju masyarakat postmodernism di tengah arus industrialisasi yang menggeliat di wilayah itu.
Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sukabumi, Dewek Sapta Anugrah mengatakan, perlu peningkatan pendidikan karakter di seluruh elemen pendidikan, yang dimulai pada tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Lanjutan Atas (SLTA).
“Dan kami meminta perayaan Hardiknas ini, tidak hanya dijadikan acara seremoni semata, tetapi, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi dalam hal ini Dinas Pendidikan perlu melakukan upaya-upaya pembenahan pendidikan, dan bisa melakukan transformasi nilai pendidikan, agar generasi ke depan tidak hanya menjadi buruh di negerinya sendiri,†jelas Dewek kepada sukabumiupdate.com, Selasa (2/5).
Akan berdampak buruk, kata Dewek, apabila Pemda Kabupaten Sukabumi tidak mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan mampu berdaya saing, sehingga geliat industrialisasi akan kontradiksi dengan kondisi material masyarakat.
“Oleh karena itu momentum hari pendidikan ini harus menjadi ajang acuan pemerintah daerah dalam melaksanakan pemerataan pendidikan, terlebih pendidikan ini menjadi salah satu program prioritas kepemimpinan Marwan Hamami-Adjo Sardjono yang tertuang dalam RPJM Pemkab Sukabumi,†paparnya.
BACA JUGA:
GMNI Berharap Bupati Sukabumi Pulang Umrah Bawa Solusi
Setahun Kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Sukabumi, GMNI Tagih Janji
GMNI Sukabumi Akan Terus Kawal Pemerintahan Marwan-Adjo
Untuk itu, tambah dia, Pemkab melalui Dinas Pendidikan harus melaksanakan optimalisasi gerakan pengembangan pendidikan agar siap menghadapi tantangan global yang kian jelas menjadi salah satu tantangan pemerintah daerah kedepan.
“Terlebih bonus demografi yang akan di hadapi bangsa Indonesia pada tahun 2030 perlu menjadi acuan pemerintah dalam mengambil kebijakan yang tepat agar harapan bersama dalam membangun pendidikan yang berkeadilan mampu di rasakan masyarakat Kabupaten Sukabumi,†tegas dia.
Pada kesmepatan ini, kata dia, GMNI mengingatkan Pemda segera melaksanakan pemberian bantuan bagi siswa dan santri yang berprestasi. “Karena itu adalah janji politik yang harus dilaksanakan, dan melaksanakan pemerataan pendidikan melalui sistem paket A hingga paket C untuk menghindari angka buta huruf,†ujar Dewek.
Selain itu, ia juga mendorong pendirian Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kabupaten Sukabumi menyediakan beasiswa kedokteran untuk putra daerah dengan syarat wajib mengabdi di wilayah yang sangat memerlukan tenaga dokter. Selain itu, Pemda harus berupaya meningkatkan insentif guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan guru Madrasah Diniyah (MD) hingga  sebesar 100 persen.
“Juga meningkatkan peran serta PKK dan Posyandu dalam membangun kesadaran masyarakat tentang kesehatan, serta menyediaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi MD dan jenjang Pendidikan SD/MI/SDLB dan SMP/MTS serta Pesantren Salafiyah dan satuan pendidikan Non-Islam setara SD dan SMP,†katanya.Â
