Hendak Jemput Istri, Mobil Warga Cikukulu Kabupaten Sukabumi Masuk Jurang

[object Object]
Selasa 02 Mei 2017, 04:30 WIB
Hendak Jemput Istri, Mobil Warga Cikukulu Kabupaten Sukabumi Masuk Jurang

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah mobil bak terbuka dengan nopol F 8475 UK terjun bebas ke jurang sedalam sekitar 20 meter di Kampung Cihelang Girang RT 05/02, Desa Sukamulya, Kecamatan Caringin, Sukabumi.

Akibat kecelakaan itu, pengemudi mobil bernama Dede (40) warga Kampung Cikukulu, Desa Cikembang, Kecamatan Caringin alami luka berat, dan kondisi mobil rusak parah.

Keterangan yang diterima sukabumiupdate.com Selasa (2/5), sebelum masuk jurang, Dede berencana hendak menjemput istrinya yang berjualan kacang dengan menggunakan gerobak, tak jauh dari lokasi kecelakan.

Saksi mata Didih Sidik (50) warga Kampung Cihelang menuturkan, peristiwa terjadi Senin (1/5) tengah malam, sekitar pukul 00.00 WIB. Sebelum jatuh ke jurang, sebut Didih, ia mendengar suara meraung mobil dan letusan ban. “Saya kira mobil itu hanya pecah ban saja,” ungkap Didih.

Tak lama kemudian, tambah Didih, ia mendapatkan informasi melalui pengeras masjid yang mengabarkan adanya mobil masuk jurang. Karena penasaran, tambah Didih, ia langsung menuju lokasi bersama warga lainnya, dan langsung mengevakuasi korban. Sedangkan mobil pick up milik Dede, belum dievakuasi dan masih berada di dasar jurang.

BACA JUGA:

Saat Maghrib Mobil Masuk Jurang Tanjakan Gobang Parungkuda Kabupaten Sukabumi

Angkot Masuk Jurang, Lewat Jalan Alternatif Belakang Pasar Parungkuda Kabupaten Sukabumi

Mobil Wisatawan Masuk Jurang di Waluran Kabupaten Sukabumi

“Kondisi korban bernama Dede itu, alami patah tulang di bagian tangan kiri dan di belakang pundak. Kemudian dagunya juga luka, serta hidung mengeluarkan darah,” terang Didih.

Berdasarakan alamat yang tertera di KTP, sambung dia, warga membawa korban ke kediamannya. “Saat kami antar korban masih dalam kondisi sadar. Selanjutnya, kami tidak tahu, apakah korban di bawa ke rumah sakit atau tidak oleh keluarganya,” katanya.

Ajum (43), saksi lainya yang juga masih warga di sekitar kejadian mengungkapkan, Dede sebenarnya hendak menjemput istrinya yang sedang berjualan tak jauh dari lokasi itu. “Di sini kan ada perayaan kenaikan kelas, dan istri korban berjualan kacang di samenan itu menggunakan gerobak. Niat korban mau jemput istri, eh malah alami kecelakaan. Kasihan dia,” ujar Ajum menambahkan.

Ajum menambahkan, daerah itu memang rawan kecelakan. Mereka menyarankan agar pemerintah membuat dinding pembatas agar tidak terulang kejadian serupa. 

Berita Terkini