SUKABUMIUPDATE.com – Siswa dan pengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cibeureum yang berada di Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuled, Kabupaten Sukabumi, selama ini menggelar proses belajar mengajar dalam kondisi tidak nyaman.Â
Sejak mesin pabrik yang memproduksi bijih besi beroperasi, proses belajar terganggu baik getaran dan suara bising mesin raksasa hingga debu atau asap dari proses industri tersebut.
“Kami menunggu kapan janji relokasi akan dilakukan. Belajar disini sudah tidak nyaman,†ungkap Supyandi, salah seorang pengajar di SDN Cibeureum kepada sukabumiupdate.com, Kamis (13/4).
Menurut Supyandi, ada sekitar 170 siswa yang menimba ilmu di sekolah yang berjarak kurang lebih 400 meter dari lokasi pabrik milik PT Sumber Baja Prima (SBP) tersebut. Berada dalam radius terlalu dekat dengan PT SBP yang menambang pasir besi pinggir pantai ini, membuat SDN Cibeureum harus direlokasi ke tempat jauh dari lokasi pabrik.
“Yang saya tahu, rencana relokasi ini sudah lama dibicarakan, khususnya oleh pihak Dinas Pendidikan, SDN Cibeureum dan PT SBP. Namun baru sebatas pembicaraan, setahu saya belum ada kesepakatan di atas kertas atau MoU (memorandum of understanding-red). Jadi kita hanya bisa menunggu kapan rencana itu jadi,†lanjut Supyandi.
BACA JUGA:
Ini Sejarah Berdirinya SDN Cirengrang Kabupaten Sukabumi
Selama 12 Tahun Jalan Kaki 14 Km per Hari, Guru SDN Cirengrang Kabupaten Sukabumi
Satu Guru TKS, Sembilan Pelajar, Tidak Tahu BOS, SDN Cirengrang Kabupaten Sukabumi Butuh Perhatian
Gangguan yang ditimbulkan dari beroperasinya mesin-mesin pabrik yang memproduksi pig iron nugget ini dikhawatirkan merusak konsentrasi siswa, dan akhirnya menganggu proses belajar mengajar.Â
“Yang sangat dihawatirkan kegiatan belajar mengajar di SDN Cibeureum dan kesehatan serta ancaman dari kegiatan tersebut pada keselamatan pada siswa. Sekolah ini secepatnya harus dipindahkan lebih jauh,†jelas Darman (33), warga yang tinggal di sekitar SDN Cibereum.
Menurut Darman, saat awal mesin-mesin itu mulai beroperasi para pelajar harus menggunakan tutup telinga akibat suara bising yang ditimbulkan mesin pabrik tersebut. Tak hanya itu, para siswa juga kadang harus menggunakan masker akibat tebalnya debu yang dihasilkan dari proses di pabrik tersebut.
Camat Cibereum, Asep Mauludin yang berhasil dihubungi sukabumiupdate.com, Kamis (13/4), melalui sambungan telepon, belum bisa memastikan kapan SDN Cibeureum direlokasi.Â
“Rencana ini sudah dibahas sejak dua tahun silam tapi hingga saat ini belum ada kepastian kapan PT SBP siap melakukan relokasi sekolah tersebut,†jelas Asep singkat.
sukabumiupdate.com, juga berhasil menghubungi salah seorang perwakilan dari PT SBP melalui sambungan telepon. “Ya akan direlokasi, realisasinya tergantung keputusan pimpinan di Jakarta. Kita di sini tinggal melaksanakan. Sudah ketuk palu,†ujar Mastoin, salah seorang perwakilan manajemen PT SBP di Tegalbuled.
