SUKABUMIUPDATE.com - Untuk mengangkat hasil bumi dan barang lainnya, warga di Kampung Cirengrang, Kedusunan Cimanggu, Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi. Mereka menyebutnya Engkreg, di wilayah Pajampangan lainnya lazim disebut Grandong.
Tak ada warga yang memiliki mobil di daerah itu. Kalaupun ada, biasa mobil yang masuk ke sana itu, adalah dari luar daerah yang mengangkut barang. “Di depan dibuat dudukan palang untuk muatan barang,†ujar Jajang (40) warga RT 02/06, pemilik tiga Engkreg kepada sukabumiupdate.com, Rabu (12/4).
Kebanyakan, Engkreg ini terdiri dari sepeda motor jenis bebek yang dimodifikasi berbentuk sepeda motor off road. Paling utama yang terkena perubahan adalah rangka, rantai, gear, velg, ban, stang, dan tangki bahan bakar, dan jok.
BACA JUGA:
Hanya Pustu Tempat Berobat Warga Cirengrang Kabupaten Sukabumi
23 Tahun Tanpa Pembangunan, Derita Warga Cirengrang Kabupaten Sukabumi
Satu Guru TKS, Sembilan Pelajar, Tidak Tahu BOS, SDN Cirengrang Kabupaten Sukabumi Butuh Perhatian
“Stang terpaksa ditinggikan agar tidak menganggu saat mengangkat hasil bumi yang banyak,†sebut Jajang.
Ia menyebutkan, untuk memodif sepeda motor ini menjadi Engkreng, mengeluarkan modal sedikitnya tiga hingga empat juta rupiah. “Di Kampung ini ada tujuh orang yang memiliki Engkreg,†tambahnya.
Bagi warga yang tidak memiliki Engkreg, kata dia, bisa menyewa dengan tarif sekali jalan sebesar Rp50 ribu. Khusus mengangkut hasil bumi yang banyak, biayanya Rp150 ribu sekali jalan.
Sehari, rata-rata para pemilik Engkreng bisa melintasi perkampungan itu sebanyak tiga kali. “Biasanya warga yang hendak ke pasar Cidolog, pengguna setia Engkreg ini,†jelasnya.
Sepeda motor itu terpaksa diomodifikasi, sebut Jajang, agar bisa melintasi medan yang berat dan terjal. “Semua ban harus bergerigi,†pungkasnya.
