Diskusi Kawin Heula Gawe Heula a la Komunitas Pajampangan Kabupaten Sukabumi

[object Object]
Sabtu 08 Apr 2017, 17:05 WIB
Diskusi Kawin Heula Gawe Heula a la Komunitas Pajampangan Kabupaten Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com - Kawin Heula Gawe Heula? Menjadi pertanyaan yang sulit dijawab saat ini. Beda orang tentu berbeda pilihan, dengan pandangannya masing-masing. Namun, perbedaan tersebut bukanlah suatu kondisi yang harus disikapi terlalu serius.

Kawin Heula Gawe Heula, malam ini, Sabtu (8/4), diangkat menjadi tema diskusi yang digelar di Gedung Olah Raga (GOR) Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Penggagasnya adalah Komunitas Magar Maya Lingkar Maiyah wilayah Pajampangan, dan peserta adalah anak muda yang tergabung dalam sedikitnya 30 komunitas termasuk perwakilan organisasi kepemudaan setempat.

Bahkan perwakilan dari Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Surade bersama sejumlah tokoh agama dan masyarakat ikut hadir dalam acara yang dikemas dalam sajian pentas seni dan budaya ini.

Saat diskusi dimulai, sejumlah pendapat pilihan dilontarkan dengan argument masing-masing. Kawin atau kerja dulu adalah pilihan yang sulit karena kondisi sosial kultur masyarakat yang berbeda-beda.

BACA JUGA:

Tak Ada yang Tahu Pemasang Spanduk ‘Kami Masyarakat Pajampangan Menolak Kehadiran Si Raja Kemusyrikan‘ Kabupaten Sukabumi

Petani Pajampangan Kabupaten Sukabumi Terpaksa Jual Gabah Basah Trend Hammocking Pemuda

Trend Hammocking Pemuda Pajampangan Kabupaten Sukabumi

“Acara ini intinya silahturahim. Selain ngumpul kita juga ingin membiasakan diri dengan diskusi dan berdebat. Temanya ringan namun semua punya pendapat. Itulah yang ingin kita kembangkan semua berbicara dengan pendapat masing-masing,” jelas ketua pelaksana Januar Syambu (25) kepada sukabumiupdate.com.

Perbedaan pendapat saat ini sambung Syambu sering kali menempatkan masyarakat menjadi terpecah. Hal ini yang harus dihindari di mana diskusi dan debat bukan untuk memecah belah, namun harus menjudi lem perekat perbedaan di masyarakat.

“Ini masalah budaya yang harus mulai dibiasakan oleh masyarakat. Berdebat dan beda pendapat bukan menjadi masalah dalam harmonisasi kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Kecamatan Surade, Asep Mulyadi, yang ikut hadir. Bahkan turut berdebat soal Kawin Heula Gawe Heula ini.

“Semuanya sama-sama penting, dan beda paham itu lumrah. Hindari pernikahan dini tanpa dasar ekonomi, karena nantinya malah akan menjadi masalah baru, yaitu kawin cerai,” jelas Asep menegaskan sikapnya dalam diskusi tersebut.

Berita Terkini