SUKABUMIUPDATE.com - Satu keluarga di Kampung Marinjung Tengah RT 03/04, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, harus rela berdesakan di dalam gubuk berukuran 2x3 meter yang hampir roboh.
Dari keterangan, satu keluarga yakni Karnaen (64) dan sang istri, Yati (40), serta seorang anak yang masih berusia sepuluh tahun, dan kini masih duduk di bangku kelas tiga sebuah sekolah dasar (SD). Enam tahun lalu, Karnaen merupakan warga Cikuluwung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Namun, karena sudah tidak memiliki keluarga dan harta benda, ia merantau ke daerah Kabupaten Sukabumi.
Awalnya, Karnaen hanya berniat mencari pekerjaan dengan membawa serta keluarganya ke Cisolok, sampai akhirnya ditolong oleh Idrus, warga Kampung Marinjung Tengah, dan diberikannya sebuah gubuk yang saat ini ditempati Karnaen dan anak istrinya.
BACA JUGA:
Rumah Warga Ciganas Kabupaten Sukabumi Porak Poranda Dihantam Angin
Ini Batu Raksasa yang Timpa Rumah Ajuk di Kampung Adat Sirnarasa Kabupaten Sukabumi
Batu Besar Timpa Rumah Mang Ajuk di Kampung Adat Sirnarasa Kabupaten Sukabumi
"Ini gubuk dan tanah bukan milik saya, sehari-hari saya mencari barang rongsokan dan menjualnya. Lumayan untuk sekadar makan keluarga kami," ujar Karnaen, kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (8/4) sore.
Sayangnya, gubuk pemberian itu pun, kondisinya kini nyaris roboh. Tak jarang, setiap kali hujan turun, di bagian dalam gubuk yang ditinggalinya tersebut, basah semua. Penghasilan yang tidak menentu dari hasil memungut sampah, sudah barang tentu tidak cukup untuk memperbaiki gubuk agar nyaman ditempati.
"Jangankan untuk merenovasi rumah, untuk makan dan sekolah anak saya saja, masih sulit. Tak jarang saya berpuasa, karena pendapatan sampah lagi sedikit. Kadang tetangga memberi kami makan, atau kami pinjam dulu uang ke tetangga, dari pada kami kelaparan," lirihnya berkaca-kaca.
Ia berharap, ada perhatian pemerintah atau dermawan untuk memperbaiki gubuknya yang hampir ambruk tersebut. Terlebih, jika bisa mempekerjakan dirinya, agar penghasilannya bisa bertambah untuk masa depan sang anak.
"Kami harap ada yang bisa membantu, apalagi anak kami masih kecil, dan masa depannya masih panjang," tandasnya.
