SUKABUMIUPDATE.com – Merebaknya angkutan online yang semula hanya muncul di kota besar, sekarang mulai menyebar sampai ke Sukabumi. Hal ini, membuat ojek pangkalan (Opang) resah dan menentang beroperasinya keberadaan angkutan online.
"Kedatangan ojek online di Sukabumi, tentu saja akan mengancam keberadaan ojek seperti kami ini yang sudah lama mangkal" keluh Asep (50) salah satu Opang yang sudah lebih dari sepuluh tahun mangkal di pertigaan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (8/4).
Asep mengungkapkan, dirinya mangkal sejak pagi sampai sekitar pukul 08.00 WIB lebih, sama sekali belum membawa penumpang. Hal sama juga dialami temen sesama Opang lain. "Sekarang cari nafkah semakin susah, harus pintar-pintar kita untuk bisa bertahan hidup,†katanya.
Alasan dirinya keberatan dengan keberadaan angkutan online, karena sudah pasti akan mengurangi bahkan mematikan mata pencaharian untuk mencukupi biaya hidup sehari-hari keluarganya.
"Bagaimana dengan nasib kami rakyat kecil ini nantinya, kalau ojek online sampai disini, keluarga kami mau dikasih makan apa nantinya" katanya.
BACA JUGA:
Warga Ciambar Kabupaten SukabumiHarus Bayar Ongkos Ojek 50 Persen Lebih Mahal
Diskominfo Kota Sukabumi Upayakan Ojek Online Masuk Aplikasi Smart City
Ojek Pangkalan Kota Sukabumi Mulai Komentari Keberadaan Ojek Online
Opang lainnya, Usman (55) mengungkapkan, sebanyak 700 orang ojek pangkalan beroperasi di sekitar pertigaan dan Terminal Sukaraja. Karena begitu banyak, akhirnya dibagi menjadi dua shift.
"Mau dikemanakan kami-kami nanti yang jumlahnya tentu ribuan orang akan terdampak juga dengan keberadaan ojek online," tuturnya.
Asep dan Usman memiliki harapan besar kepada pemerintah Kabupaten dan Kota Sukabumi untuk tidak mengijinkan kedatangan ojek online. "Yang kami takutkan kalau dipaksakan nanti timbul konflik sesama pengojek yang ujung-ujungnya membuat situasi tidak nyaman" harap keduanya.