Soal Durian Musangking, Karang Taruna Cikakak Kabupaten Sukabumi: Membunuh Petani Lokal

[object Object]
Selasa 07 Mar 2017, 14:12 WIB
Soal Durian Musangking, Karang Taruna Cikakak Kabupaten Sukabumi: Membunuh Petani Lokal

SUKABUMIUPDATE.com - Karang Taruna Tunas Bhakti Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, menyayangkan upaya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi yang memasukkan durian musangking yang dikenal berasal dari Malaysia pada pencanangan Kawasan Agropolitan Kecamatan Cikakak.

Menurut Seketaris Karang Taruna Tuna Bhakti Desa Sukamaju, Deni Nugraha kepada sukabumiupdate.com, Selasa (7/3), penyisipan durian jenis musangking, terkesan mengabaikan potensi durian lokal yang sudah jelas mempunyai kualitas bagus dan mempunyai brand sendiri.

Ini, kata dia, menjadi pertanyaan bagi pemerintah terhadap keberpihakan hasil pertanian lokal. “Harusnya mengutamakan pengembangan lokal. Bukan malah mengutamakan hasil pertanian dari luar yang belum tentu memiliki kecocokan karakteristik daerah,” sebut dia.

BACA JUGA:

Fahmi: 2017 Kota Sukabumi Dapat Jatah Labelisasi Halal 300 Produk Lokal

Bupati Tasikmalaya Dorong Masyarakat Konsumsi Produk Lokal

Sepanjang 2016, 109 Produk Lokal Kota Sukabumi Berlabel Halal dan Paten

Ia mengatakan, persoalan dukungan terhadap pencanangan Kawasan Agropolitan jangan menjadi dukungan program yang bersifat keuntungan pribadi. “Cikakak tidak butuh brand baru untuk durian. Ini terkesan membunuh petani lokal," kesalnya.

Sementara Bupati Sukabumi Marwan Hamami, mengatakan, Agropolitan Cikakak, akan memiliki ciri khas komoditi unggulan yang dibudidayakan oleh mayoritas masyarakat dan terjamin ketersediaannya secara terus menerus.

"Pencanangan Agropolitan di Kecamatan Cikakak ini juga agar menjadi langkah awal dan menjadi pilot project dalam rangka mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang religius dan mandiri," tandasnya, namun enggan berkomentar soal terabaikannya potensi produk lokal.

Berita Terkini