Ini Tuntutan Keluarga Buruh Wanita PT Koin Baju Global Cicurug Kabupaten Sukabumi Tewas

[object Object]
Senin 06 Mar 2017, 20:42 WIB
Ini Tuntutan Keluarga Buruh Wanita PT Koin Baju Global Cicurug Kabupaten Sukabumi Tewas

SUKABUMIUPDATE.com - Operator mesin jahit (sewing) PT Koin Baju Global, tewas tersengat listrik pada telunjuk tangannya saat mengoperasikan mesin, Senin (6/3) sore, sekitar pukul 17.00 WIB. Korban bernama Min Sumarni alias Emin (33), warga Kampung Cidadap RT 03/02, Desa Giri Jaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Menurut saksi, korban sempat berteriak, kemudian tak sadarakan diri.

Meski pihak perusahaan menolak otopsi, namun jenazah Min tetap diotopsi oleh pihak keluarga di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi, hingga Selasa (7/3) dini hari, pukul 02.00 WIB. Selain dari pihak keluarga korban dan warga, Kepala Desa Girijaya Dedi Suhendi pun turut menunggu hasil otopsi warganya tersebut.

Paman korban, Supendi (50) menjelaskan, dirinya mendapat informasi tewasnya Min pada jam 19.00 WIB. Ditambahkannya, saat mendapat kabar keponakannya tersebut meninggal, ia tengah berada di Benda, Kecamatan Cicurug. Sementara tempat kerja Min di Jalan Raya Cimelati KM 01, Kampung Lemburkolot, Kelurahan/Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

“Kronologisnya tidak tahu, tapi katanya keponakan saya kena setrum di tempatnya kerja. Penyebab kematiannya juga tidak tahu, makanya diotopsi.”

BACA JUGA:

Tewas Tersengat Listrik, Wanita Buruh Garmen PT Koin Baju Global Cicurug Kabupaten Sukabumi

 Ini Hasil Otopsi Tewasnya Buruh Wanita PT Koin Baju Global Cicurug Kabupaten Sukabumi

Tersengat Listrik, Wajah Dede Gosong di Sundawenang Kabupaten Sukabumi

Masih menurut Supendi, atas nama keluarga, ia menuntut pihak perusaahan agar bertanggungjawab atas semua biaya pengurusan keponakannya tersebut hingga selesai. "Keponakan saya seorang janda dan anaknya masih kecil, jadi saya juga minta pihak perusahaan menanggung biaya hidup anak Min sampai dewasa."

Ditambahkannya, Min sosok yang baik dan tidak banyak bicara. "Ia sering menginap, orangnya baik cenderung pendiam.Ia bekerja semata-mata hanya mencari uang untuk anaknya," pungkas Supendi.

Sementara Kades Girijaya, membenarkan bahwa korban merupakan warganya. "Benar warga saya, soal penyebab kematiannya saya tidak tahu. Makanya ikut mendampingi keluarganya melakukan otopsi," terang Dedi.

Berita Terkini