SUKABUMIUPDATE.com - Engkos Kosasih hanya bisa pasrah. Petani berusia 75 tahun warga Kampung Bojongringkung RT 02/01 Desa Sasagaran Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi itu hanya bisa melihat lahan sawahnya yang tak seberapa terendam banjir.Â
Meluapnya aliran Sungai Cidadap, sabtu (4/3) petang mengkibatkan tak hanya lahan milik Engkos saja yang terendam banjir. Di wilayah itu diperkirakan terdapat dua hektare lahan sawah yang kondisinya serupa.Â
"Seperti melihat ombak di laut. Airnya meluap saat hujan deras kemarin sore (Sabtu)," terang Engkos kepada sukabumiupdate.com, saat ditemui sedang membersihkan lahan sawahnya, Minggu (5/3).
Banjir berlangsung hampir satu jam. Seusai airnya surut, lahan persawahan warga banyak dipenuhi sampah plastik dan lainnya. "Hampir habis semua sawah di sini terendam banjir," tuturnya.
BACA JUGA:
Tebing Longsor, Sawah Warga Caringin Kabupaten Sukabumi Tertimbun
Longsor, 50 Hektare Sawah di Cidahu Kabupaten Sukabumi Terancam Kering
40 Hektar Sawah Terancam Puso di Surade Kabupaten Sukabumi
Engkos memperhitungkan kerugian bencana banjir bandang itu mencapai kisaran Rp300 juta. Beberapa lahan sawah ada yang masih dalam proses tandur (tanam mundur), ada yang sudah berusia tanam sekitar satu bulan, ada juga yang baru dipanen.Â
"Kerugian cukup besar dialami petani yang padinya sudah berusia satu bulan. Kalau luasanya saya kurang tahu persis. Yang jelas lahan terendam banjir itu ada yang baru mau tandur, ada yang sudah berusia sekitar satu bulan, ada juga yang baru dipanen," tuturnya.Â
Seusai kejadian, aparatur desa setempat sudah meninjau ke lokasi dan mencatat kerugian. Tapi Engkos tak mengetahui persis ada atau tidaknya penggantian tanaman rusak dari pemerintah. "Enggak tahu ada penggantian atau tidak," terangnya.
Pada kejadian itu tidak ada permukiman warga yang ikut terendam. Pasalnya, posisi permukiman warga berada jauh di atas Sungai Cidadap. "Di sini juga ada saluran air tapi ukurannya kecil. Memang sempat meluap juga, tapi tak sampai merendam," sebutnya.
Â
