Fantastis, Jumlah Kerugian Bencana di Kabupaten Sukabumi Dalam Satu Bulan

[object Object]
Sabtu 11 Feb 2017, 11:48 WIB
Fantastis, Jumlah Kerugian Bencana di Kabupaten Sukabumi Dalam Satu Bulan

SUKABUMIUPDATE.com - Nilai kerugian bencana alam di Kabupaten Sukabumi selama Januari 2017 mencapai Rp4,5 miliar lebih. Besaran kerugian itu berasal dari 36 kejadian bencana yang mengakibatkan kerusakan berbagai sarana dan prasarana.

"Hasil rekapitulasi selama Januari, nilai kerugian bencana mencapai Rp4.525.000.000," terang Koordinator Pusat Pengendalian dan Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, Yana Rusyana.

Bencana tanah longsor masih mendominasi kejadian bencana selama Januari. Jumlahnya mencapai 13 kali. Bencana lainnya yakni kebakaran sebanyak sembilan kali, angin kencang tujuh kali, pergerakan tanah enam kali, dan banjir satu kali. Dari berbagai bencana itu sebanyak 67 rusak. Rinciannya, rusak berat sebanyak 32 unit, rusak sedang 19 unit, dan rusak ringan 16 unit. "Sedangkan yang terancam sebanyak 18 unit rumah," tambah Yana. 

BACA JUGA:

539 Bencana Terjang Kabupaten Sukabumi

FPKS: Dikepung Bencana, Investasi Lingkungan Hidup Pemkab Sukabumi Hanya Rp369 Juta

Kerugian Bencana Alam di Kota Sukabumi Rp8,1 Miliar

Berbagai bencana alam selama Januari mengakibatkan 69 kepala keluarga atau 226 jiwa terdampak. Sedangkan warga yang diungsikan ke tempat lebih aman tercatat sebanyak 24 kepala keluarga atau 74 jiwa. "Warga yang diungsikan itu karena rumahnya terlalu berisiko jika ditempat," jelasnya.

Sementara itu, sarana dan prasarana lain yang terdampak bencana jumlahnya relatif banyak. Hasil pendataan BPBD setempat, jembatan yang rusak berat sebanyak 1 unit, saluran air yang rusak berat 1 unit, tempat ibadah 1 unit rusak sedang, sekolah 1 unit rusak berat, kios sebanyak tiga unit rusak berat, lahan sawah 1 unit, serta lain-lain 1 unit. "Untuk sarana dan prasarana yang rusak itu sedang dalam penanganan sementara. Untuk penanganan permanen, secara teknis sudah dikoordinasikan dengan dinas yang membidangi permasalahan itu," tandas Yana.

Berita Terkini