SUKABUMIUPDATE.com - Mengabdi tiada henti, itu yang dilakukan Peltu (Purn) T Setia Budi, atau karib disapa pak Budi. Di masa ia seharusnya menikmati masa pensiun dengan menimang cucu dan menyeruput secangkir teh pagi, ia justru memilih menjadi sukarelawan mengatur arus lalu lintas dan menyeberangkan ratusan pelajar ketika jam masuk dan pulang sekolah.
Sudah enam tahun lamanya, setiap pagi Budi menyeberangkan ratusan pelajar SMK Ekaprasetya, SMA PGRI, SMP Negeri 1 Cicurug, SD Nyangkowek, TK Pelita, hingga karyawan pabrik, di depan Balai Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.
Selama enam tahun pula tak ada penghargaan apapun yang diperolehnya, namun ia ikhlas melebur masa tuanya demi keselamatan para siswa-siswi yang menyeberang. Semata karena ibadah.
Dijelaskannya, ia hanya tergerak hati melihat kian padatnya arus lalu lintas, di tempat di mana setiap harinya ratusan pelajar dan warga menyebrang jalan.
BACA JUGA:
Peltu (Purn) T Setia Budi Mengabdi Tanpa Henti Bagi Warga Kabupaten Sukabumi
Tatkala Nyawa Dihargai Sebatang Rokok, Warga Karang Tengah Kabupaten Sukabumi Tetap Ikhlas
Budi yang telah dikaruniai empat anak dan lima cucu ini, terakhir bertugas di Pos Komando Rayon Militer (Koramil) Cidahu. “Walaupun tidak punya apa-apa, saya merasa senang di akhir pensiun ini masih dapat berbuat untuk masyarakat,†Budi bertutur kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (4/2).
Hal ini diakui Siti Mariam Dea, siswi Kelas 8 D, SMP Negeri 1 Cicurug yang mengaku senang setiap pagi dan siang dibantu menyeberang. Itu pula yang menjadikan alasan kenapa Dea selalu mencium tangan Budi setiap pagi bertemu. “Iya merasa senang, makanya sering mencium tangan pak Budi karena merasa dibantu tiap hari diseberangin.â€
