SUKABUMIUPDATE.com - Tinggal di punggung perbukitan membuat warga sejumlah kampung di Desa Girijaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, alami krisis air bersih sepanjang tahun. Walaupun saat ini musim hujan dengan intesitas tinggi, namun untuk mendapat air layak konsumsi warga harus berjalan kaki sejauh hingga satu kilometer.
Ironisnya, hal ini sudah berlangsung puluhan tahun tanpa ada solusi untuk mendekatkan air bersih ke rumah-rumah warga yang membutuhkan. Pagi dan sore, adalah waktunya warga Kampung Cisarua “berolahrga†berjalan kaki sejauh satu kilometer hanya untuk seember atau satu dirigen air bersih dari sumber mata air.
Bukan satu dua orang, di kampung ini sekitar 250 jiwa bergantung dari air bersih di kolam mata air tersebut. Dalam perjalanan berburu air bersih ini, tidak sedikit warga terutama perempuan menyempatkan diri beristirahat di area perkebunan karet, karena kelelahan.
“Ini air untuk masak dan minum. Airnya bersih, kalau air sawah di dekat rumah kotor nggak bisa dipakai masak, bau,†jelas salah seorang ibu rumah tangga, Aam (40) kepada sukabumiupdate.com, Jumat (3/2).
BACA JUGA:
Saluran Macet, Dua Hari Warga Cicurug Kesulitan Air Bersih
Warga Cisayang Gegerbitung Kabupaten Sukabumi Krisis Air Bersih, Siapa Peduli?Â
Akibat tidak memiliki sumber air seperti sumur, warga memang memanfaatkan air sawah untuk memenuhi kebutuhan mandi dan cuci sehari-hari. Karena dari sawah airnya pun kotor, sehingga tidak bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur dan konsumsi.
Tak hanya jauh, sumber air bersih yang ada saat ini pun, menjadi rebutan warga dari sejumlah kampung lainnya. Alhasil, warga pun harus dengan sabar mengantri dari sumber mata air alami tersebut.
Salah seorang tokoh pemuda setempat, Olih Ardiansyah (35) menegaskan bahwa sumber air alami ini tidak pernah kering walaupun musim kemarau. “Namun di saat hujan jadi sedikit kotor, tapi lebih baik dibandingkan air sawah atau sumur yang berbau besi,†jelasnya.
Olih menambahkan, warga sudah berkali-kali meminta bantuan baik ke desa maupun Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk sarana air bersih, namun belum ditanggapi. “Walaupun tidak disalurkan ke rumah-rumah warga atau mendekati rumah warga, minimal lokasi air bersih ini dibangun jadi warga tidak perlu mengantri lama,†pungkasnya.
