SUKABUMIUPDATE.com - Calvin Verdonk, pemain Timnas Indonesia, menaruh sementara kenangan manis bersama skuad Garuda setelah menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026, untuk fokus membela Lille di ajang Liga Prancis.
Kevin Diks dkk menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand dengan skor 4-2 melalui adu penalti sekaligus melepas dahaga usai penantian panjang selama 35 tahun. “Tidak banyak waktu untuk merayakan kemenangan dengan layak, tetapi kami tetap merayakannya bersama tim. Namun, setelah pertandingan melawan Thailand, fokus saya langsung beralih ke pertandingan berikutnya pada Sabtu. Kami semua harus mempersiapkan diri untuk pertandingan ini,” ujar Verdonk.
Baca Juga: Calvin Verdonk Berpeluang Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Tampil di Liga Champions
Calvin Verdonk akan membela Lille di pekan keenam Liga Prancis saat bersua Le Havre pada Sabtu, 10 Oktober 2026 di Stadion Pierre-Mauroy, pukul 22.15 WIB. Setelah laga tersebut, Lille akan bertemu Arsenal dalam lanjutan Liga Champions pada Rabu (14/10) dinihari WIB.
Hingga saat ini, Verdonk telah mencatatkan tiga kali membela Lille dalam enam laga yang telah dijalani oleh tim asuhan Davide Ancelotti. Laga menghadapi Le Havre jadi momentum bagi Verdok untuk kembali menambah jumlah menit bermain.
Baca Juga: Ayase Ueda Gabung Lille, Satu Tim dengan Calvin Verdonk di Liga Prancis
Saat ini, Lille menduduki posisi keempat di Liga Prancis dengan 10 angka, sementara di Liga Champions berada di urutan ke-22 dengan 0 poin usai kalah dari Real Betis di laga perdana.
Dalam kesempatan tersebut, Verdonk turut menjelaskan upayanya menjaga pola waktu Eropa selama memperkuat Timnas Indonesia. Menurutnya, penyesuaian waktu menjadi hal penting agar dirinya dapat kembali menjalani rutinitas bersama klub dengan baik setelah menyelesaikan tugas membela skuad Garuda.
Baca Juga: Calvin Verdonk Berpeluang Jadi Pemain Indonesia Pertama di Liga Champions 2026/2027
“Ya, ketika berada di Indonesia, terkadang saya berusaha mengikuti waktu Eropa. Dalam perjalanan pulang menggunakan pesawat, saya juga berusaha menjaga ritme waktu Eropa. Jadi, ketika sudah malam, saya mencoba tidur di pesawat,” kata Verdonk.
Sumber: dari berbagai sumber
















