SUKABUMIUPDATE.com - Pelatihan kerja harus berujung pada peluang kerja. Itulah tantangan yang ingin dijawab Kabupaten Sukabumi setelah kuota pelatihan vokasi meningkat dari 1.000 menjadi 1.600 peserta.
Mengutip keterangan di Instagram @prokompimsukabumikab, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Yassierli membuka Tailor Made Training (TMT) ABT Batch 2 Tahun 2026 di Pudak Arum Pendopo Sukabumi, Minggu (11/10/2026).
Hadir dalam agenda itu Bupati Sukabumi Asep Japar, Wakil Bupati Andreas, Sekda Ade Suryaman, Kepala Disnakertrans Sigit Widarmadi, dan Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung Reni Rosyida Muthmainnah.
Tambahan kuota ini mencakup 100 paket pelatihan. Program menyediakan uang saku, asuransi, konsumsi, dan sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sebanyak 400 peserta mengikuti tahap perdana, termasuk penyandang disabilitas, dengan dukungan 10 lembaga mitra.
Baca Juga: Pabrik Menjamur Tapi Warga Nganggur: Pemkab Sukabumi Bicara Vokasi dan Bekerja di Luar Negeri
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sukabumi bersama Kepala BBPVP Bandung menandatangani kerja sama pelatihan vokasi.
Bupati Asep Japar menegaskan pelatihan harus sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Karena itu, perangkat daerah diminta memetakan kebutuhan kompetensi berdasarkan potensi lokal, mulai pertanian, agroindustri, pariwisata, industri pengolahan, hingga sektor jasa.
“Pelatihan vokasi memiliki peran untuk mencetak tenaga kerja yang kompeten,” ujar pria yang akrab disapa Asjap.
Sementara Menaker RI Yassierli mengatakan pelatihan ini dirancang spesifik sesuai dengan kebutuhan dan potensi Kabupaten Sukabumi. Hal itu seperti menjahit, pelatihan barista, maupun konten kreator.
"Manfaatkan dua minggu ini sebaik-baiknya. Setelah pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat kompetensi. Sebab ini pelatihan yang dirancang sangat spesifik," ungkap dia.
Kepala BBPVP Bandung Reni Rosyida Muthmainnah ikut menekankan pentingnya pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Pelatihan ini harus mampu membekali peserta dengan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja. Kita optimalkan berbagai potensi yang ada di Sukabumi,” ujarnya.
Melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Reni menyebut program ini diharapkan tak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga membuka akses kerja yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. (ADV)















