SUKABUMIUPDATE.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi mencatat Kecamatan Baros dan Cibeureum sebagai dua kecamatan dengan angka partisipasi pemilih yang cenderung menurun setiap kali penyelenggaraan pemilu. Angka penurunan terjadi di kisaran 20 persen setiap periode pemilu.
Komisioner Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Sukabumi, Sri Utami mengatakan, penurunan angka partisipasi terlihat pada Pilkada, Pileg, dan Pilpres.
"Grafik partisipasinya terus menurun," ujar Sri seusai peresmian dan bimtek agen sosialisasi di salah satu hotel di Kota Sukabumi, Selasa (30/1/2018).
KPU Kota Sukabumi menargetkan adanya peningkatan partisipasi pemilih di dua daerah tersebut. Target ini akan dicapai melalui beberapa langkah, salah satunya dengan pendekatan terhadap tokoh, dan merubah pola pikir warganya.
"Kita harus merubah mindset terkait hak memilih itu penting. Ini juga menjadi tugas agen sosialisasi agar masyarakatnya lebih terbuka terhadap pemilihan, sehingga pemilih golput semakin berkurang," bebernya.
Sementara daerah yang cenderung lebih meningkat, tambah Sri tercatat di Kecamatan Lembursitu. Bahkan peningkatannya cukup signifikan dibanding kecamatan lainnya.
"Lembursitu ini paling bagus angka partisipasinya. Bahkan waktu itu melebihi target KPU. Untuk Cikole, Warudoyong, Gunungpuyuh dan Citamiang masih aman dan akan terus ditingkatkan," jelasnya.
Sri berharap, daerah yang sudah aman akan ditingkatkan. Sehingga target partisipasi di Kota sukabumi 80 persen bisa tercapai.
"Kami berharap semua masyarakat dapat bekerjasama dengan KPU untuk mensukseskan Pilkada serta meningkatkan partisipasi pemilih. Ingat jangan golput," pungkasnya.