Penasaran Seberapa Tajir Bakal Calon di Pilkada Kota Sukabumi, Yuk Simak

Sabtu 24 Feb 2018, 16:47 WIB
Penasaran Seberapa Tajir Bakal Calon di Pilkada Kota Sukabumi, Yuk Simak

SUKABUMIUPDATE.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi secara resmi telah menerima empat pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi yang akan maju dalam Pilkada serentak 2018.

Salah satu syarat untuk maju, para calon harus melampirkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) ke KPK.

Berdasarkan data yang dilansir dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui link http://kpk.go.id/id/pantau-pilkada-indonesia.

BACA JUGA: KPU Kota Sukabumi Bakal Umumkan Agen Sosialisasi 26 Januari

Kekayaan Andri Setiawan Hamami bakal calon Wakil Wali Kota Sukabumi menduduki peringkat pertama mencapai Rp 29.774.688.122. Sementara itu pasangannya, Achmad Fahmi memiliki kekayaan sebesar Rp 1.354.895.610.

Dari data tersebut Pasangan Achmad Fahmi-Andri Setiawan Hamami (Faham) menjadi pasangan bakal calon peserta Pilkada terkaya di Kota Sukabumi. Total Kekayaan pasangan yang diusung Partai Demokrat dan PKS ini mencapai Rp 31.129.583.732.

Pasangan terkaya ke dua adalah Jona Arizona - Hanafie Zain (Ijabah) memiliki total kekayaan mencapai Rp. 16.681.383.015. Kekayaan Jona Arizona mencapai Rp 9.134.855.000, sementara Hanafie Zain mencapai Rp 7.546.528.015.

Diurutan ketiga pasangan Dedi R Wijaya-Hikmat Nuristawan (Dermawan) memiliki total kekayaan sebesar Rp 14.554.205.386. Dedi R Wijaya Rp 11.107.961.030, pasangannya Hikmat Nuristawan Rp3.446.244.356.

BACA JUGA: Persyaratan Administrasi Bapaslon Pilkada Kota Sukabumi Lengkap Tinggal Verifikasi

Sementara pasangan terakhir yang diusung Partai Nasdem, PPP, dan PAN yakni Mulyono-Ima Slamet (Mulia) menempati urutan total kekayaan paling sedikit. Jika ditotalkan, jumlah kekayaan pasangan ini sebesar Rp Rp3.014.197.474. Mulyono memiliki kekayaan sebesar Rp669.800.000, sementara kekayaan pasangannya sebanyak Rp2.344.397.474.

Sementara itu, Anggota Komisioner KPU Kota Sukabumi Divisi Teknis Pemilu, Agung Dugaswara mengatakan, belum menerima data terperinci dari KPK. Sejauh ini data yang diterima KPU masih secara global.

"Rinciaanya kami menunggu dari KPK," singkarnya, melalui pesan WhatsApp, Selasa (23/1/2018).

Editor :
Berita Terkini